.

Presiden SBY Dinilai tak Punya Ketegasan

Minggu, Juli 22, 2012

Lagi SBY Dinilai tak Punya Ketegasan
Jurnaldunia.com - Pernyataan Presiden SBY tentang adanya pemainan atau kongkalikong untuk mengeruk anggaran yang dilakukan eksekutif dan legislatif ditanggapi beragam.

Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari menyebut pernyataan SBY tersebut ibaarat menunjuk dirinya sendiri.

Menurutnya, sebagai presiden yang merupakan posisi tertinggi eksekutif, seharusnya SBY lah yang mengendalikan semua jalannya pemerintahan.

"Eksekutif dong yang mengendalikan. Dia kan kepala negara. All power in his hand. Kekuasaan ada di tangan pemerintah sebagai pengguna anggaran, eksekusinya dia (SBY). Ini menyalahkan diri sendiri," papar Eva, Sabtu (21/7).

Selain itu, secara tidak langsung pernyataan tersebut menjadi pernyataan tersendiri bagi SBY yang tidak cukup kuat untuk menertibkan eksekutif.

Menurutnya, memang tidak bisa berjalan sendiri hal itu pun perlu kerjasama dengan pihak legislatif.

"Kalau suplai nya diam ya demand nya juga bakal diam, legislatif akan berhenti bermain. yang menjadi permasalahan saat ini, apakah eksekutif full akuntabel? tanyakanlah kepada mereka (pemerintah)."

"Ini jadi peringatan juga, kalau SBY tidak bisa menertibkan anak buahnya yang menjabat di eksekutif," ujar Eva yang juga anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI."

Menurut Eva, SBY tidak memiliki kepemimpinan yang tegas dan tidak mau mengambil resiko.

"Presiden kita terlalu mempertimbangkan bagaimana tampil manis, pencitraan dan menghindari risiko. Seharusnya dengan ketegasan, bisa itu diputus mata rantai pengeruk anggaran," tandas politisi PDIP tersebut.

Senada dengan Eva, Koordinator Advokasi & Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran(FITRA) Uchok Sky Khadafi menyatakan bahwa pernyataan Presiden SBY memperlihatkan kelemahan SBY.

Sebaiknya hal semacam itu tidak perlu diperdengarkan kepada publik, karena SBY memiliki kekuasaan penuh mengontrol anak buahnya.

"Sebagai seorang pemimpin tidak usah bicara begitu, dia sebagai seorang pimpinan lembaga negara. Kalau terbukti pecat saja, dan tegas meskipun beresiko, karena kita sangat rindu pemimpin yang tegas." kata Uchok.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation