Meskipun tergolong amfibi, bentuk makhluk tersebut lebih mirip ular. Para ilmuwan menamainya Atretochoana eiselti atau ular yang terkulai/tak kaku. Secara kekerabatan, makhluk ini dekat dengan salamander dan katak.
Amfibi itu ditemukan pada bulan November 2011 lalu namun ilmuwan baru mengonfirmasinya sebagai jenis baru pada Rabu (1/8/2012).
Spesies ini ditemukan di Sungai Madeira di Rondinia, Brasil, saat ilmuwan berupaya mengeringkan beberapa bagian sungai untuk membuat dam baru. Sungai itu pun terhubung dengan Amazon.
Julian Tupan, biolog yang bekerja untuk San Antonio Energy mengatakan bahwa sejumlah 6 spesimen ditemukan. Satu mati, tiga dilepaskan lagi ke alam sementara dua diambil untuk studi.
Seperti dikutip Daily Mail, Tupan menuturkan, "Kami berpikir hewan ini bernafas lewat kulit dan mungkin memakan ikan kecil atau cacing, namun masih belum ada bukti."
Tupan menuturkan, "Amazon adalah gudang kejutan ketika berurusan dengan amfibi dan reptil. Ada banyak lagi yang masih perlu ditemukan."
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar