Menyikapi hal ini, pengelola masjid membuat terobosan baru. Mereka akhirnya menyediakan penerjemah bahasa isyarat khusus untuk membuat muslim tuna rungu lebih khusyuk beribadah.
"Dulu para tuna rungu merasa tidak ada perlunya mendengarkan khotbah Jumat, bahkan banyak akhirnya yang pulang karena malas. Namun, kini mereka memiliki tempat khusus dalam masjid dan tidak lagi berbeda dengan jamaah lainnya," kata Khalid al-Thakir, seorang penerjemah bahasa isyarat.
Dilansir Al-Arabiya, fasilitas khusus tuna rungu ini memang baru tersedia hanya di masjid tertentu saja, termausk Masjid Nabawi. Namun, pengadaannya membuat cukup banyak tuna rungu terbantu dan sangat nyaman beribadah.
Khusyuknya ibadah para jamaah tuna rungu ini terlihat dari ekspresi wajah mereka menyaksikan terjemahan khotbah Jumat dalam bahasa isyarat. Sesuatu yang tidak sering ditemui pada jamaah normal yang mendengarkan khotbah.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar