
Dalam bukunya Research and Theories of Mass Media Effects on Individuals and Society, Mary-Lou menjelaskan, perempuan lebih berpotensi mengalami obsesi ekstrem pada karakter fiksi dalam film daripada pria.
Mereka tak bisa melepaskan diri atau bahkan jatuh cinta pada pesona karakter serta cerita cinta tokoh-tokohnya. Dengan kata lain, wanita terjebak dalam 'sindrom cinta palsu'. Sebab, ada hasrat untuk mendapatkan pasangan dan kisah ideal serupa dalam film.
Menurutnya, ini dapat menyebabkan gangguan emosional berupa kecemasan, fantasi dan ketergantungan berlebih pada pasangan, atau sulit mendapatkan pasangan, akibat tiadanya sesuatu yang ideal dalam realitas. Ia mengimbau agar kaum hawa tetap menginjak bumi.
"Perempuan yang jatuh cinta pada karakter fiksi akan sulit menjalankan hubungannya di dunia yang nyata. Ekspektasi mereka terhadap pasangan terlalu tinggi," ujarnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar