Surat kabar the Los Angeles Times melaporkan, Selasa (7/8), puluhan jemaat Gereja St. Phillips Episcopal mendatangi lokasi reruntuhan masjid. Mereka memberi dukungan bagi umat muslim yang sedang bersedih. Pendeta Frank Sierra dari gereja itu menyatakan siap menampung umat muslim untuk beribadah sementara bangunan mereka belum kembali berdiri. "Saya tidak habis pikir kenapa pelaku tega melakukan hal seperti ini, saya mengupayakan dewan gereja supaya bisa menyediakan tempat buat umat muslim beribadah sementara," kata Sierra.
Masjid ini dibakar pihak tak dikenal Senin dini hari waktu setempat. Tiga hari sebelumnya, seorang lelaki tertangkap kamera pengintai mencoba membakar masjid dengan melemparkan benda mirip korek api ke atap. Alhasil, bagian luar masjid sedikit terbakar.
Insiden ini mengejutkan kalangan Kristen dan Yahudi sebab terjadi hanya sepekan setelah takmir masjid mengundang buka puasa pelbagai umat beragama di Kota Joplin. Salah satu yang syok dengan tragedi pembakaran ini adalah Richard Massa, salah satu anggota gereja terbesar di kota itu. "Saya terkejut karena rasanya baru kemarin saya diundang oleh pengelola masjid untuk buka bersama merayakan bulan ramadan, kami sekeluarga mendukung umat muslim yang sedang berduka saat ini," ujar dia di dekat lokasi masjid yang tinggal puing-puing itu.
Sejauh ini, umat muslim bersikeras salat di dekat reruntuhan masjid. Menurut kepala takmir masjid Dr Ahmad Asadullah, kengototan mereka tetap beribadah di puing-puing untuk menunjukkan bahwa kalangan Islam tidak merasa terintimidasi atas insiden pembakaran. "(tetap beribadah di dekat masjid) adalah bentuk perjuangan kami untuk menegakkan kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat seperti dijamin negara ini," ujar dia kepada wartawan.
Polisi lokal dan Biro Investigasi Federal (FBI) saat ini sedang mengusut insiden itu. Sayangnya, petugas kantor Sheriff Jasper County, Sharon Rhine, menyatakan ada hambatan besar menemukan pelaku lantaran seluruh rekaman kamera pengintai hangus terbakar.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) meminta polisi memperketat penjagaan buat masjid lain di seantero Negeri Paman Sam. Selain itu, mereka ikut menawarkan uang USD 10 ribu (Rp 94.3 juta) buat pemberi informasi siapa pembakar masjid itu.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar