Ditemui usai upacara perayaan HUT ke-67 Kemerdekaan RI di kantor DPP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/08/2012), Megawati mengatakan bahwa seorang Presiden bisa menyusun pidato sesuai keinginannya, tapi yang pasti rakyat bisa menentukan apakah yang disampaikan sesuai kenyataan atau tidak.
"Kalau sekarang saya mengatakan pencapaian, biasanya disebutnya pertumbuhan ekonomi, kenapa beras kita masih impor, gula masih impor, kalkulasi sederhananya kan seperti itu," katanya.
Menurut Megawati, perlu diperiksa, mengapa ekspor Indonesia terus menurun, dan bagaimana menanggulanginya.
Jika pertumbuhan di kota-kota besar di Indonesia digeneralisir, maka angka-angka tersebut akan menunjukan perkembangan yang menjanjikan. Namun keadaan di Indonesia tidak seperti itu.
Ia mengaku khawatir dengan krisis yang terjadi di Eropa dapat melanda Tanah Air, bila ekonom-ekonom di dunia tidak sanggup menjaga krisis tersebut, dan pemerintah abai mengantisipasi.
"Saya bilang akan merembet, saya bukan menakut-nakuti," tandasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar