Jurnaldunia.com - Krisis Eropa merupakan sebuah kisah dongeng yang kompleks antara politik
dan ekonomi. Nasib jutaan tenaga kerja, tabungan, bahkan demokrasi
beberapa negara Eropa tergantung pada apa yang akan terjadi beberapa
bulan atau tahun mendatang selama krisis Eropa masih berlangsung.
Bagi
Anda yang masih belum paham betul tentang seluk beluk krisis Eropa,
berikut ini ada 8 fakta yang bisa dipelajari, seperti dilansir dari
Business Insider, Kamis (20/9/2012):
1. Irlandia biang keroknya
Krisis Eropa sudah berlangsung selama beberapa tahun
sekarang dan jumlah negara yang terlilit masalah utang parah terus
meningkat. Bertentangan dengan opini populer, negara pertama yang
terperosok ke dalam krisis bukanlah Yunani, melainkan Irlandia.
Sepanjang
1990an dan 2000an, Irlandia memiliki ekonomi yang maju tapi sebenarnya
bersandar pada utang pribadi di tingkat luar biasa tinggi dan pasar
perumahan over-inflasi. Jadi saat krisis finansial global melanda,
Irlandia salah satu negara yang paling merasakan dampaknya.
Harga
perumahan anjlok dan bank-bank berhenti memberi pinjaman. Irlandia
dengan cepat jatuh ke dalam resesi dan pemerintah tiba-tiba butuh banyak
pinjaman uang supaya bisa tetap berjalan. Kemudian pemerintah Irlandia
memangkas anggaran belanja di sektor publik, tapi tetap tidak bisa
membayar utangnya.
Akibatnya, Inggris dan negara-negara anggota
Uni Eropa yang lebih makmur membeli surat utang pemerintah Irlandia demi
membantu Pulau Zamrud yang sedang bermasalah ini.
2. Lembaga pemeringkat punya kuasa
Pemerintah di seluruh dunia menerbitkan triliunan dolar
surat utang setiap tahunnya. Surat utang ini dibeli oleh investor
pribadi, institusi-institusi finansial dan dana pensiun. Tapi bagaimana
Anda tahu utang suatu pemerintahan itu baik atau buruk?
Inilah
tugas lembaga pemeringkat seperti Moody's dan Standard & Poor.
Mereka menilai utang pemerintah demi keamanannya, lalu memberikan
peringkat dengan “AAA” sebagai yang paling aman dan “BBB” sebagai yang
paling lemah.
Banyak yang mengritik lembaga pemeringkat karena
terlalu kejam menilai negara-negara Uni Eropa. Contohnya, negara
berekonomi kuat seperti Perancis baru-baru ini kehilangan peringkat
AAA-nya.
3. Krisis bisa menyebar ke Inggris
Hingga tulisan ini dibuat, Inggris masih jadi surga yang
aman untuk investor internasional, tapi mungkin tidak bertahan lama.
Pada tahun 2011, pemerintah Inggris meminjam lebih banyak daripada
Yunani dan ekonominya masih melambat. Sementara itu, rekening negara Uni
Eropa sebagian besar untuk perdagangan luar negeri Inggris dan banyak
bank Inggris memegang milyaran surat utang pemerintah dari negara-negara
Uni Eropa. Hasilnya? Inggris terancam tertular krisis Eropa.
4. Masalah Yunani lebih besar dari Uni Eropa digabungkan
Hampir semua ekonom punya cerita gila masing-masing
tentang ekonomi Yunani (contohnya, hanya beberapa orang yang terdaftar
sebagai miliarder untuk tujuan pajak di Yunani tapi ada 250.000 kolam
renang pribadi). Menghindari pajak dan korupsi di sektor publik
merupakan penyakit endemis di Yunani.
Pemerintah Yunani merasa,
sebuah hal yang mustahil untuk mengumpulkan pajak yang dibutuhkan negara
untuk menutupi anggaran belanja publik. Keanggotaan di Uni Eropa
mencegah Yunani menurunkan nilai tukar mata uangnya demi membuat ekspor
lebih murah dan meningkatkan pariwisata.
5. Kemungkinannya hedge fund akan melukai ekonomi lebih parah
Krisis Eropa telah menimbulkan kepanikan di pasar saham
global. Disebut-sebut, sebagian penyebab kepanikan ini adalah hedge
fund. Kendaraan investasi ini menggunakan kesepakatan yang luar biasa
kompleks dan jumlah perdagangan yang sangat besar dalam sekejap,
semuanya dengan ide besar memproduksi imbal hasil substansial untuk
penyokongnya.
Hedge fund memperdagangkan saham dan valas dalam
jumlah demikian besar hingga jual beli konstan mereka bisa menciptakan
kepanikan di pasar global yang tidak pasti. Presiden Prancis, Nicholas
Sarkozy telah mengutuk industri hedge fund sebagai ancaman untuk Uni
Eropa dan ekonomi global.
6. Jerman adalah pemain kunci di Uni Eropa
Sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di
Eropa serta keuangan pemerintah yang sehat, Jerman adalah powerhouse Uni
Eropa. Tidak heran, anggota Uni Eropa lainnya selalu mencari Jerman
untuk minta tolong. Bagaimana pun inginnya mempertahankan kelanjutan Uni
Eropa, rakyat Jerman tidak ingin menghabiskan uang yang capek-capek
didapat dari usahanya sendiri untuk memberi dana bailout negara terlemah
di Uni Eropa.
7. Utang di AS dan Inggris lebih tinggi daripada di Uni Eropa
Dikarenakan orang-orang AS dan Inggris ketagihan
menggunakan kartu kredit dan pinjaman untuk membeli properti, sebenarnya
tingkat utang pribadi lebih tinggi di kedua negeri ini dibandingkan di
Uni Eropa. Orang-orang Perancis, Italia dan Yunani rata-rata tidak punya
utang sebanyak orang Inggris dan AS. Ini telah membuat beberapa
pengamat berpendapat bahwa lembaga pemeringkat salah memberi Perancis
peringkat utang yang lebih rendah dibanding Inggris.
8. Krisis finansial global jadi cikal bakal masalah Uni Eropa sekarang
Perkiraan biaya akhir untuk krisis finansial global 2007
dan 2008 adalah US$ 3 triliun. Jumlah yang luar biasa besar dan sebagian
besar didanai oleh pinjaman dari pemerintah di seluruh penjuru dunia
untuk menyuntikkan uang ke bank-banknya yang nyaris kolaps. Di waktu
bersamaan, ekonomi di seluruh dunia jatuh ke dalam resesi dan pendapatan
dari pajak ikut kolaps. Lubang hitam finansial raksasa tercipta dan
masih belum tertutup sampai sekarang, malah bisa-bisa makin parah.
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
0 komentar:
Posting Komentar