.

Astaga,Bocah 11 Tahun Disiram Bensin Lalu Dibakar

Rabu, September 12, 2012


Ilustrasi
Jurnaldunia.com - Jekson Wayongkere, jauh-jauh datang dari Manado ke Jakarta untuk mengadukan proses penyelidikan kasus kematian anaknya yang sudah dua tahun ini berhenti. Anaknya, Duvan Kristian Wayongkere, yang saat itu berusia 11 tahun tewas dibakar orang.

Matanya berkaca-kaca, suaranya bergetar Jekson menceritakan kisah pahit dua tahun silam itu. Dia datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ditemani anggota Komisi Daerah Perlindungan Anak (Komda PA), Didi.

"Pada malam hari tanggal 2 Januari 2010, Duvan keluar minta uang untuk jajan ke warung," kata Didi coba menjelaskan apa yang dikatakan Jekson yang berbicara dengan Bahasa Manado di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Tak lama berselang, Jekson mendapat kabar buruk dari seorang tetangganya jika anaknya dibakar orang tak dikenal. Tubuh Duvan saat itu nyaris terbakar hingga 100 persen. "Bapak keluar untuk mencari Duvan. Api sudah membakar Duvan dan terluka," lanjut Didi.

Kejadian sekira pukul 20.00 WITA itu berlangsung cukup cepat. Duvan langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Di rumah sakit dalam keadaan yang sudah lemah, Duvan menceritakan apa yang terjadi.

"Marvil," singkat Duvan seperti terekam dalam kamera telefon genggam milik Jekson.

Jekson juga menceritakan, saat pembakaran, Duvan ditahan dua orang, satu orang memegang pisau dan menyiramkan bensin. Satu orang lainnya yang menyulut api ke tubuh Duvan. "Yang membakar adalah Marvil," kata Jekson.

Jekson saat itu langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tikala, Manado. Namun, lima hari kemudian, Duvan pun menghembuskan nafas terakhir. Kasus pembakaran ini pun berhenti begitu saja. Pasalnya tidak adanya tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Jekson pun sudah melaporkan kasus ini ke tingkat Polrestabes Manado, Mabes Polri dan Komnas HAM. Namun, tetap saja tidak ada pengusutan lebih lanjut.
Akhirnya, Jekson mengadukan masalah ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Selasa, kemarin. 

Sekretaris KPAI, M Ikhsan mengatakan, akan membantu Jekson untuk pengungkapan kasus yang menghilangkan nyawa anak pertaman Jekson. KPAI juga akan meminta kepada Polisi dan Komnas HAM untuk menyelesaikan kasus ini. "Karena mereka yang investigasi ke lapangan, kita mendesak untuk pembuktian siapa pelakunya," jelasnya.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation