.

Gus Dur Dianggap Bisa Meramal Masa Depan

Jumat, September 28, 2012


Gus Dur dianggap bisa meramal masa depan
Jurnaldunia.com - Kyai-kyai Nahdlatul Ulama saat ini tidak ada yang mengikuti jejak almarhumah Gus Dur. Pasalnya, sosok Gus Dur selain memiliki perspektif agama juga sangat kuat dalam perspektif kebudayaanya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kota Gede, Yogyakarta KH Abdullah Muhaimin yang merupakan rekan dekat dan teman spiritual mendiang KH Abdurrahman Wahid usai acara peringatan 1000 Hari Meninggalnya Gus Dur yang digelar di Halaman Kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta Kamis(27/9).

"Seperti saya katakan tadi kyai-kyai NU yang berkembang hanya perspektif keagamaan. Strategi budaya hampir tidak ada yang memiliki," ungkapnya.

Sosok Gus Dur dalam hal spiritual menurutnya ada satu keterkaitan almarhum Gus Dur dengan sosok Mbah Liem. Mbah Liem adalah sosok kyai besar yang nyentrik. Sifat dan ideologi nasionalismenya sangat kuat dan teruji.

"Gus Dur ada benang merah spiritual dan langkah-langkah hampir sama dengan Mbah Liem. Satu ketika Mbah Liem gerah, tiba-tiba beliau ingat hari itu hari kemerdekaan, langsung bangun upacara 17-an. Nasionalisme Mbah liem lebih dari 100 persen. Demikian Gus Dur juga mengaktualisasikan nasionalime lewat gerakan populis kebudayaan dan cerdik," tegasnya.

Dalam ilmu islam kejawen, Gus Dur itu adalah sosok yang mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Orang jawa mengatakan 'winarah'. Sering disebut dalam istilah barat yaitu sosok yang 'beyond fenomenon'.

"Gus Dur itu nek wong jowo yah dia itu bisa membaca "beyond fenomenon" artinya waskito (tahu sebelum masanya terjadi). Gus Dur bisa menangkap yang akan terjadi seperti itu," ungkapnya.

Selain beyond fenomenon, menyitir sebutan ulama NU KH Mukti Ali, Gus Dur itu diibaratkan sebagai sosok 'Prematur 50 Tahun'. Gus Dur bisa menangkap fenomena dan gambaran yang akan terjadi sebelum datang masanya sehingga dia dengan sekuat tenaga bias menciptakan upaya dan langkah apa yang harus diperjuangkanya supaya bias mengantisipasi bahaya maupun kejadian itu.

"Seperti kata Kyai Mukti Ali, Gus Dur itu ibaratnya prematur 50 tahun. Di situlah Gus Dur sudah bisa menangkap fenomena bangsa itu. Saat ketika menangkap itu dia harus harus berbuat dan melakukan serta menyelamatkan dengan cara bagaimana langsung dia perjuangkan. Banyak yang saya tidak bisa katakan dan masih menjadi rahasia," tuturnya.

KH Abdullah Muhaimin menolak jika dikatakan Gus Dur dalam memperoleh kemampuan menerawang masa depan itu melalui sosok makhluk gaib yang bernama jin.

"Nggak-nggak-nggaak-nggak!" ungkap KH Abdullah MUhaimin saat ditanya apakah Gus Dur punya jin atau pengikut seperti yang diungkapkan masyarakat awam sehingga bias menangkap fenomena sebelum terjadi.

"Saya masih punya tinggalan yang sampai kini belum terungkap. Tinggalan itu belum terungkap dan saya belum berani ngomong. Bentuknya? Barang, pusaka. Yah saya merasa mendapatkan semacam kekuatan yang akhirnya saya menjadi seperti ini. Karena kebetulan saya dekat dengan beliau semasa hidupnya dan saya dekat dengan semua keluarga dan kenal baik dengan semua keluarganya," jelasnya.

Sepeninggal Gus Dur KH Abdullah Muhaimin mengaku mendapatkan isyarat terkait fenomena global di Indonesia. Namun, KH Abdullah Muhaimin menolak menjelaskan fenomena apakah yang terjadi di Indonesia secara global nanti.

"Isyarat yang sampai sekarang belum terungkap saya dikasih sesuatu yang sampai saat ini belum terungkap. Le ku mikir koyok Nabi Qidir ro Nabi Musa. Sesuatu itu berupa persoalan global dan macam-macam terkait kebangsaan dan donyo dan tidak bisa dibuka. Dan itu saat sekarang masih rahasia," pungkas KH Abdullah Muhaimin mengakiri pernyataanya.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation