Sebelumnya, beberapa warga mengeluhkan lambannya pemadam kebakaran dalam memadamkan tempat tinggal mereka. Bahkan isu berkembang, karena ini merupakan tanah sengketa, diduga sengaja dibiarkan terbakar.
Hal tersebut dengan tegas dibantah Muchtar Zakaria, Kasi Operasi Sudin Damkar PB Jakarta Selatan. Menurutnya, pemadam kebakaran terdekat yang berada di sebelah pom bensin yang sedang di renovasi tersebut telat diinformasikan.
"Warga sebenarnya telat memberitahu kita, sehingga api sudah besar. Setelah mendapat kabar kita langsung ke lokasi," jelas Muchtar, Minggu (9/9/2012).
Selain itu, Muchtar menerangkan banyak faktor lain yang menyebabkan DPK kesulitan memadamkan api. "Pertama sumber air sulit, kemudian banyak orang yang hanya nonton membuat macet dikawasan Mampang, sehingga mobil pemadam kebakaran sulit masuk ke lokasi," paparnya.
Dia menambahkan, dalam bertugas DPK tidak pernah tebang pilih dalam memadamkan kobaran api. "Kita tidak pilih-pilih yang namanya ada api kita langsung datang," singkatnya.
Meskipun, laporan warga yang terlambat ke DPK sehingga api sudah membesar, namun Muchtar mengerti kondisi kebakaran saat itu, di mana saat itu warga panik menyelamatkan harta benda dan jiwa mereka. "Kita tidak mencari kesalahan orang takutnya disangka membela diri. Jadi intinya memang dapat informasi awal api sudah besar," simpulnya.
Untuk memadamkan api ini, Muchtar mengaku dah menurunkan 36 unit mobil pemadam kebakaran. "Sudah 36 mobil pemadam kebakaran, dari Jakarta Selatan 26 unit, sedangkan dari Jakarta Pusat dan Jakarta Timur 10 unit," tutupnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar