"Jadi itu sesuai kebutuhan saja, kalau yang dibutuhkan lengkap itu ada 20 tenda. Artinya 20 kontainer tapi kalau diinginkan 10 tenda ya, 10 kontainer saja," kata Kepala BNPB Syamsul Ma'arif, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Menurut Syamsul, BNPB terinspirasi dari negara Kanada, Turki, dan Australia. Namun, tenda yang terbuat dari kontainer itu rencananya akan diproduksi di Indonesia. "Tidak itu dari mana-mana, nanti itu dibuat di Indonesia, tapi kami mengimitasi dari luar saja. Itu ada dari Kanada, Turki, Australia," ungkapnya.
Selain khusus presiden, tenda tersebut nantinya akan digunakan khusus warga yang terkena musibah bencana. "Nanti itu sebagai tempat steril bagi warga yang terkena bencana, misalnya, kalau rumah sakit rusak kan butuh tempat steril juga," kata dia.
"Ya itu salah satunya jika pejabat atau presiden saat kunjungan kesitu, maka kami sediakan tempat yang memadai. Jadi bukan hanya untuk presiden. Ini sebetulnya posko pengendali, jadi semua pihak BNPB yang bekerja, bisa disitu saja jangan kemana-mana," tambah Syamsul.
Untuk itu, lanjut dia, tenda tersebut sangat dibutuhkan di Indonesia yang kerap mendapat bencana. "Ya kalau kebutuhan itu sebenarnya urgen, sebetulnya kan memang kami cicil. Tapi bukan berarti mengabaikan kebutuhan lainnya," ujarnya.
Apakah ini inisiatif BNPB sendiri atau presiden pernah mengeluh soal posko yang kurang memadai?
"Itu inisiatif BNPB supaya itu nanti, misalnya, itu bisa mengendalikan warga yang jatuh sakit. Misalnya di Gunung Bromo itu kan dingin banget jadi butuh tempat yang memadai," tambah Syamsul.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar