"Kami akan mengirim pesan ke seluruh dunia bahwa Muslim Pakistan memprotes (film) ini dan kami tidak akan membiarkan satu kalimat pun menentang nabi suci," kata Menteri Informasi Qamar Zaman Kaira dalam jumpa pers. "Kami akan melakukan protes damai dan berdoa kepada Tuhan untuk mengatasi kelemahan Muslim karena kami menghadapi situasi seperti ini," tambahnya.
Keputusan itu keluar setelah polisi mencegat ratusan pengacara yang melakukan protes mendekati kedutaan Amerika di Islamabad. Sekitar 500 pengacara menerobos ke gerbang daerah diplomat Rabu dan meneriakkan slogan anti-Amerika.
Bendera AS dibakar
Bendera Amerika diletakkan di jalan dan para pengacara jalan satu per satu untuk menginjak bendera itu. Bendera Amerika tersebut kemudian dibakar sebelum protes berakhir secara damai. Demonstrasi itu terjadi tiga hari menyusul unjuk rasa yang diwarnai kekerasan dan menyebabkan dua orang meninggal.
Kepala partai Suni, Suni Tehreek mendesak rakyat Pakistan untuk menutup toko dan melakukan unjuk rasa menentang film itu.
Unjuk rasa di sejumlah negara di dunia menyebabkan paling tidak tiga puluh orang meninggal, termasuk duta besar Amerika untuk Libia, Christopher Stevens. Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan, Indonesia serta Sudan memblok situs berbagi video YouTube, tempat film itu diterbitkan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar