Ketua Pelaksana Harian Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jabar Entang mengatakan potensi kerugian akibat kemarau panjang yang melanda tanaman padi tersebut hasil perhitungan penanaman padi, mulai dari biaya pembelian benih, pupuk, dan biaya buruh tani.
"Itu, baru potensi. Untuk pastinya kami bersama dinas dan instansi terkait, serta kelompok petani (padi) di setiap kota dan kabupaten masih melakukan pendataan, sekaligus kepastian kerugian materil. Yang pasti kerugian lebih dari Rp100 miliar," tuturnya di Bandung, Jumat (7/9).
Untuk meminimalisasi kerugian yang diderita petani, Entang minta pemerintah pusat proaktif menangani kekeringan. Di antaranya melakukan sosialisasi dan perbaikan saluran irigasi dan bendungan yang sudah tidak berfungsi.
Terkait dengan rencana penggunaan pompa, menurutnya harus dievaluasi, karena tidak seluruhn daerah tingkat II memiliki sumber atau mata air. "Saya kira hanya daerah Priangan Timur, seperti Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut yang masih memiliki mata air," ujarnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar