Apa sebenarnya yang membuat mereka nekat menggadaikan kesetiaan dengan menipu pasangan? Berikut beberapa alasan paling jamak yang menjadi biang keladi hancurnya kehidupan rumah tangga, seperti dikutip Times of India.
1. Komunikasi burukBuruknya komunikasi seringkali membuat sejumlah pasangan memilih melarikan diri dari masalah. Alih-alih duduk bersama menuntaskan masalah, mereka justru mencari pelarian di luar rumah untuk meredakan emosi.
Kondisi itulah yang rentan menjadi gerbang masuknya orang ketiga. Merasa lebih nyaman berinteraksi dengan orang lain dibandingkan pasangan sendiri. Karenanya, biasakan menyelesaikan masalah hingga tuntas dengan kepala dingin jika terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi.
2. BosanKebosanan membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mencoba tantangan baru. Membuat orang ketiga mudah masuk dan begitu cepat mewarnai kehidupan yang monoton. Perselingkuhan pun terjadi begitu saja tanpa memikirkan efek jangka panjang. Perselingkuhan yang terjadi akibat alasan bosan rentan berakhir dengan keputusan cerai.
3. Eksperimen intimMereka yang sudah lama menikah seringkali melakukan aktivitas hanya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Padahal bagaimanapun, aktivitas seksual merupakan bagian integral dalam pernikahan yang seharusnya mampu menetralisir hubungan hambar.
Tak ada lagi antusiasme yang menggairahkan. Monoton. Rasa inilah yang seringkali memancing sejumlah pasangan untuk mencari 'kesenangan' dengan orang lain. Mencoba bereksperimen memenuhi hasrat seksualnya. Karenanya, siapkan trik untuk selalu menciptakan aktivitas menggairahkan.
4. Tidak puasPerubahan aktivitas biasanya menjadi pemicu. Misalnya, ketika wanita lebih memilih menikmati harinya mengurus anak. Banyak pria yang tanpa sadar terpancing emosi. Merasa tidak terima. Kehilangan perhatian dan romantisme istri.
Di tengah kondisi emosinal inilah sejumlah pria berusaha mencari perhatian wanita lain. Karenanya, jangan hapus begitu saja kebiasaan romantis di awal hubungan. Misalnya kebiasaan menghujaninya dengan pujian atau belaian.
5. Pengalaman orang tuaAnak rentan mengimitasi perilaku orangtua. Mereka yang di masa kecil pernah menyaksikan perselingkuhan orang tua akan cenderung memiliki dua kemungkinan pola pikir. Posesif atau malah menganggap wajar ketidaksetiaan terhadap pasangan.
6. Balas dendamTak ingin berlarut dalam sakit hati, sejumlah pasangan memilih balas dendam dengan melakukan hal yang sama. Kebanyakan pasangan yang telah melakukan perselingkuhan menginginkan agar pasangannya yang telah 'bermain api' juga merasakan sakit yang sama.
7. Ingin ceraiPerceraian adalah akumulasi dari pertengkaran demi pertengkaran, rasa bosan, dan rasa yang tak lagi nyaman dalam hubungan rumah tangga. Berselingkuh seringkali menjadi pilihan andalan untuk mereka yang ingin lepas dari kungkungan pasangannya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar