Bayi buah hati dari pasangan ini lain dari bayi pada umumnya, lahir dengan bobot badan langka. Bayi yang masih dirawat di ruang Neonatus RSUD ini lahir dengan berat 5,2 kilogram dan panjang 50 centimeter.
Jika dilihat secara langsung, seakan tidak percaya jika bayi mungil raksasa ini baru saja terlahir, karena pada umumnya, bayi dengan bobot badan 5,2 kilogram biasanya sudah berusia sebulan atau dua bulan. Idealnya bobot badan bayi saat lahir umumnya hanya di kisaran 3 hingga 4 kilogram.
Sang bapak, Fazar Muhardi saat ditemui di ruang rawat inap menganggap sebuah anugrah anaknya lahir dengan bobot yang sangat besar. Apalagi kondisi bay itu sehat tanpa ada masalah.
"Bersyukur kepada Allah diberikan buah hati di keluarga kami dengan selamat, meskipun awalnya sempat gemetaran karena anak pertama, ditambah lagi harus di caesar. Makanya saya buat namanya Anugrah," ujar Fazar Muhardi dengan wajah berseri-seri seakan tidak bisa menutupi rasa kegembiraannya.
Fazar menambahkan, awalnya dia dan istrinya yakin jika anak di dalam kandungan sang istri tersebut kembar, karena melihat besarnya ukuran kandungan sang istri. Setelah di-USG, dokternya mengatakan anaknya tersebut tidak kembar.
"Memang besar kandungannya. Makanya saya yakin itu kembar pertamanya itu, tapi setelah beberapa kali di-USG baru ketahuan kalau anak saya tidak kembar," ujar Fazar Muhardi.
Menurut Fazar, sang istri, Melia Devita saat mengandung bayinya tersebut mengaku tidak mengalami hal-hal aneh, kebetulan Melia baru mengandung anak pertama.
"Namun saat hamil itu selera makannya tinggi, dan dia juga kuat minum susu dan makanan yang berprotein lainnya, pokoknya selera makan istri saya itu sangat kuat, ditambah makan cemilan pada saat mengandung," ujarnya.
Saat ini ibu dari bayi "raksasa" tersebut masih dirawat di RSUD karena harus menjalani pemulihan usai menjalani operasi, diperkirakan tiga hari ke depan sang ibu baru bisa dibawa pulang.
Sementara itu, bayi "raksasa" tersebut, masih menjalani perawatan di ruang Neonatus RSUD guna mendapatkan perawatan ekstra karena bobot tubuhnya yang besar itu harus mendapatkan perawatan khusus.
Menurut seorang petugas ruangan Neonatus RSUD Mila, dalam beberapa kurun waktu tahun belakangan tidak pernah bayi lahir dengan bobot seperti bayi ini.
"Dulu itu ada, sekitar lima tahun lalu, tapi bobotnya cuma 5 kilogram, sepertinya langka ya bobot bayi seperti ini," ujar Mila sambil memegang pipi sang bayi yang montok tersebut.
Sementara itu, dokter bedah anak RSUD Arifin Achmad Tubagus Odhi mengakui bobot bayi seberat 5,2 kilogram ini sangat langka bagi bayi di Indonesia.
Dia menambahkan, banyak faktor penyebab terjadinya bobot besar pada si bayi saat lahir, di antaranya faktor genetik, diabetes dan asupan gizi yang banyak saat mengandung.
"Ada banyak faktor penyebabnya, yang sangat sering itu karena banyaknya asupan si ibu saat mengandung anaknya itu, maka gizi yang dikonsumsinya berpengaruh kepada bobot si bayi," ujar Tubagus Odhi.
Akibat banyaknya asupan gizi sang ibu saat mengandung tersebut maka bisa terjadi diabetes. "Tetapi degan pengontrolan hormon pengatur gula darah yang baik, maka yang masuk ke darah janin juga terukur, maka bobot badannya akan menjadi besar," ujar Odhi.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar