Salah satu orang tua murid Lidia (35) mengaku resah dengan keberadaan buku porno di dalam buku Penjaskes. "Seharusnya tidak ada mata pelajaran pornografi," kata Lidia.
Menurutnya, sangat tidak pantas dan merusak pola pikir anak jika buku vulgar porno tersebut beredar di anak usia dini. "Bisa merusak mas, meski tujuannya pendidikan," tandas Lidia.
Lidia menambahkan, dalam isi buku tersebut, si penulis menceritakan alat kelamin perempuan dan laki laki serta fungsi alamat kelamin tersebut. Selain itu dijelaskan juga tata cara alamat kelamin tersebut digunakan.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor langsung menindaklanjuti temuan tersebut dan membentuk tim pengawas. "Kami segera bentuk tim pengawas untuk mencari buku penjaskes tersebut," kata Humas Disdik Kabupaten Bogor Rony Kusmaya, Kamis (25/10/12).
Menurutnya, pihaknya akan segera menarik buku tersebut dan membuat laporan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan jika diperintahkan untuk menarik, pihaknya akan segera melakukannya.
Rony menjelaskan, buku penjaskes porno kelas 5 SD yang beredar saat ini merupakan terbitan Prismatika. "Hampir 40 penerbit yang ada di Indonesia sudah memiliki izin dari Mendikbud, untuk menerbitkan buku pelajaran di Indonesia," jelas Rony.
Rony berharap, orang tua siswa diharap tidak cemas dan resah, karena pihaknya sudah melakukan tindakan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar