Menurut Kanit Reskrim
Polsek Penjaringan, Ajun Komisaris Aris Tri Yunarko, di tempat itu
Michael menjanjikan SS menjadi model. Korban akhirnya mau difoto-foto di
dalam motel.
Di motel itu, korban sempat difoto bugil dan disetubuhi oleh Michael. Orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membuat laporan ke Polsek Penjaringan Jakarta Utara. Alhasil, pada Senin, malam, Michael berhasil ditangkap.
Di motel itu, korban sempat difoto bugil dan disetubuhi oleh Michael. Orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membuat laporan ke Polsek Penjaringan Jakarta Utara. Alhasil, pada Senin, malam, Michael berhasil ditangkap.
"Tersangka berhasil kami
tangkap di kosnya, Jalan Tanjung Duren X, Kelurahan Tanjungduren, Grogol
Petamburan, Jakarta Barat, saat itu tersangka sedang bersama korban di
kamar kos," kata Aris, di Polsek Penjaringan, Kamis 11 Oktober 2012.
Aris mengatakan, selama bersama tersangka, korban disetubuhi sebanyak tiga kali. Sebenarnya korban sudah minta diantarkan pulang. Namun, tersangka terus membujuknya agar tetap tinggal bersamanya.
Michael mengungkapkan bahwa ia telah lima tahun menggeluti fotografi. Namun, ia juga mengaku, selama ini juga bekerja bersama orang tuanya di sebuah pabrik plastik.
"Saya biasanya foto wedding, sudah lima tahun jadi fotografer. Ya saya mulai semakin dekat berkenalan lewat BBM," kata Michael yang menggunakan baju tahanan berwarna kuning itu sambil tertunduk malu.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sebuah kamera merek Canon 5D, satu unit laptop merek Apple, ponsel BlackBerry Dakota 1 unit, dan mobil BMW silver B 1673 Q.
Aris mengatakan, selama bersama tersangka, korban disetubuhi sebanyak tiga kali. Sebenarnya korban sudah minta diantarkan pulang. Namun, tersangka terus membujuknya agar tetap tinggal bersamanya.
Michael mengungkapkan bahwa ia telah lima tahun menggeluti fotografi. Namun, ia juga mengaku, selama ini juga bekerja bersama orang tuanya di sebuah pabrik plastik.
"Saya biasanya foto wedding, sudah lima tahun jadi fotografer. Ya saya mulai semakin dekat berkenalan lewat BBM," kata Michael yang menggunakan baju tahanan berwarna kuning itu sambil tertunduk malu.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sebuah kamera merek Canon 5D, satu unit laptop merek Apple, ponsel BlackBerry Dakota 1 unit, dan mobil BMW silver B 1673 Q.
"Tersangka dikenakan
pasal 332 KUHP tentang melarikan anak di bawah umur tanpa seizin
orangtua dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Aris.
Menurut Hartono (54),
paman SS, korban merupakan seorang siswi kelas 1 di salah satu SMA
swasta di kawasan Penjaringan Jakarta Utara. Korban, mengenal Michael
lewat situs pertemanan, Facebook pada awal Agustus 2012.
Saat itu mereka
melanjutkan pertemanannya melalui BlackBerry Messenger (BBM). Selama
perkenalan di BBM itulah, pelaku mulai intens mengiming-imingi korban
untuk dijadikan model.
"Ternyata SS, terkena bujuk rayu si pelaku, sampai akhirnya SS dirayu oleh korban untuk ikut dengannya," kata Hartono.
Pada Jumat (28/9), lanjut Hartono, pihak keluarga ditelepon oleh sekolah yang mengatakan, bahwa SS dijemput oleh keluarganya menggunakan mobil BMW silver B 1673 Q, karena ada bibinya yang sakit. Keluarga pun sontak kaget, karena setelah menghubungi seluruh keluarganya tidak ada yang sakit dan tidak ada yang menjemput SS.
"Si pelaku ngaku kalau dia keluarga SS, dia jemput di sekolah SS jam 08.00, dia bilang ke guru sekolah bahwa bibinya SS sakit, dan dia disuruh keluarga SS untuk menjemputnya," cerita Hartono.
Keluarga mencoba menghubungi ponsel SS. Namun saat itu ponsel SS sudah tidak aktif. Pihak keluarga pun langsung mencari SS.
"Ternyata SS, terkena bujuk rayu si pelaku, sampai akhirnya SS dirayu oleh korban untuk ikut dengannya," kata Hartono.
Pada Jumat (28/9), lanjut Hartono, pihak keluarga ditelepon oleh sekolah yang mengatakan, bahwa SS dijemput oleh keluarganya menggunakan mobil BMW silver B 1673 Q, karena ada bibinya yang sakit. Keluarga pun sontak kaget, karena setelah menghubungi seluruh keluarganya tidak ada yang sakit dan tidak ada yang menjemput SS.
"Si pelaku ngaku kalau dia keluarga SS, dia jemput di sekolah SS jam 08.00, dia bilang ke guru sekolah bahwa bibinya SS sakit, dan dia disuruh keluarga SS untuk menjemputnya," cerita Hartono.
Keluarga mencoba menghubungi ponsel SS. Namun saat itu ponsel SS sudah tidak aktif. Pihak keluarga pun langsung mencari SS.
"Selama lima hari kami
mencari SS dari pagi sampai malam. Kami cari ke teman-temannya, ke
mal-mal, terminal, dan tempat-tempat lainnya, tapi tidak ketemu,
akhirnya kami langsung lapor ke polisi," kata Hartono.
Polisi bergerak melakukan
pencarian korban dan tersangka. Pihak keluarga juga turut membantu
pencarian SS. "Kami cari-cari Facebooknya, ternyata dia juga penjual
aksesoris kamera."
Senin siang, keluarga turut membantu polisi dengan berpura-pura menjadi pembeli batere kamera yang dijual tersangka. Mereka pun melakukan pertemuan untuk transaksi jual beli di kos tersangka di Jalan Tanjung Duren X, Kelurahan Tanjungduren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Saat ketemu dengan si pelaku, polisi yang ikut bersama kami langsung menangkapnya, lalu kami ke kamar kos pelaku, ada SS di dalamnya, kami lega akhirnya bisa berhasil menemukan SS kembali," kata Hartono.
Senin siang, keluarga turut membantu polisi dengan berpura-pura menjadi pembeli batere kamera yang dijual tersangka. Mereka pun melakukan pertemuan untuk transaksi jual beli di kos tersangka di Jalan Tanjung Duren X, Kelurahan Tanjungduren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Saat ketemu dengan si pelaku, polisi yang ikut bersama kami langsung menangkapnya, lalu kami ke kamar kos pelaku, ada SS di dalamnya, kami lega akhirnya bisa berhasil menemukan SS kembali," kata Hartono.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar