Menurut Imam besar Masjid Al-Istiqlal di Jakarta Pusat, Ali Mustafa Yaqub, Nabi Muhammad dalam sejumlah hadis menyebutkan status terhormat dari kedua kota suci itu. "Makkah dan Madinah tidak boleh dimasuki orang non-muslim, makanya disebut Tanah Haram," kata Ali Mustafa saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat pekan lalu.
Makkah kian istimewa lantaran di sana berdiri Kabah, dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail. Kabah akhirnya menjadi kiblat buat umat Islam sejagat. Patokan salat sebelumnya berada di Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis di Kota Yerusalem.
Madinah tidak kalah agung. Di sanalah berdiri Masjid Nabawi sekaligus menjadi lokasi pusara Nabi Muhammad. Dari Madinah pula, Rasulullah berhasil mengembangkan dakwahnya selama sepuluh tahun. Beliau terpaksa mengungsi ke kota itu lantaran syiar Islam di kota kelahirannya, Makkah, dalam 13 tahun tidak terlalu berkembang. Apalagi, kaum kafir Quraisy mengancam keselamatan nabi dan para pengikutnya.
Karena kemuliaan itu pula, Allah mengganjar dengan pahala lebih banyak bagi siapa saja salat di Masjid Al-Haram (di dalamnya Kabah tegak) dan Masjid Nabawi. Sebagai perbandingan: satu kali salat di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem sama dengan seribu kali salat di masjid lain, di Masjid Nabawi seperti sepuluh ribu kali salat di masjid lain, dan di Masjid Al-Haram persis seratus ribu kali salat di masjid lain.
Nabi juga bersabda di akhir zaman hanya orang-orang di Madinah yang tetap beriman ketika penduduk di luar Kota Nabi itu sudah kafir. Makkah dan Madinah juga menjadi satu-satunya tempat di dunia pada akhir zaman yang tidak akan bisa dimasuki Dajjal dan para pengikutnya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam buku Zaadul Maad menjelaskan Allah pun memuliakan Makkah karena di sana terdapat mata air Zamzam yang tidak akan pernah kering sepanjang masa. Kenyataan itu sesuai artinya, yakni air terus mengalir dan melimpah-ruah. Mata air ini muncul pertama kali ketika Nabi Ismail kehausan bersama ibunya, Hajar, ditinggal oleh Nabi Ibrahim.
Nabi Muhammad juga menjamin syafaat bagi penduduk Madinah atau orang yang meninggal di kota itu. Sebab itu, Rasulullah menganjurkan umatnya kalau bisa menutup usia di Madinah, seperti hadis riwayat Tirmizi dan Ahmad: "Siapa mampu menutup usia di Madinah, hendaklah dia meninggal di sana, karena aku memberi syafaat kepada orang yang meninggal di sana."
Sebab itu, sangat pantas bagi orang-orang muslim tajir mempertimbangkan kemuliaan Makkah dan Madinah ini. Ketimbang melancong ke Eropa atau lokasi mempesona lainnya lebih baik jadikan dua kota suci itu tujuan utama saban liburan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar