.

Kecanduan Seks Memang Benar-benar Nyata

Minggu, Oktober 14, 2012


Kecanduan seks memang benar-benar nyata!
Jurnaldunia.com - Pernyataan bahwa seseorang bisa mengidap kecanduan seksual selama ini cukup kontroversial. Namun akhirnya peneliti mampu membuktikan kalau kecanduan seks memang benar-benar kelainan yang nyata. Mereka bahkan menyebutkan beberapa ciri dari penderita kecanduan seks.

Seperti yang dilansir dari The Inquistr (12/10), penelitian mengenai kecanduan seks ini dilakukan oleh para ahli dari University of California Los Angeles (UCLA).

Menurut para peneliti, kecanduan seks tidak bisa dijadikan alasan pembenaran kasus perselingkuhan. Meskipun selama ini penderita sering mengeluhkan tidak bisa mengontrol keinginan seksnya.
Peneliti kemudian menyebutkan kalau kecanduan bercinta tersebut dimasukkan ke dalam gangguan mental. Namanya Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, yang merupakan pemicu dari kecanduan seks itu sendiri.

Sebelum ada penelitian dari UCLA, definisi formal dari para ahli menyatakan kalau kecanduan seks bukan merupakan gangguan mental. Sehingga mereka tidak menyediakan layanan pengobatan bagi para penderita. Namun hasil penelitian ini bisa menjadi kabar baik bagi pecandu seks, karena mereka akhirnya mendapatkan hak untuk menyembuhkan penyakit mentalnya.

Peneliti kemudian menyebutkan beberapa gejala dari kecanduan seks. Misalnya keinginan yang tidak bisa dikendalikan untuk bercinta dengan fantasi seksual yang intens, perilaku seksual, dan dorongan seksual yang berlangsung setidaknya enam bulan.

Ciri tersebut pun jelas seolah mengindikasikan kalau kecanduan seks perlu ditangani secara khusus. Bukan diserahkan pada para ahli yang menangani masalah kecanduan obat-obatan atau alkohol.
"Penderita akan merasa seks adalah yang paling penting, bahkan memilih seks di atas segalanya meskipun itu menghancurkan kehidupannya. Misalnya sampai kehilangan pekerjaan, kandasnya hubungan asmara, dan masalah keuangan," tutur peneliti Rory Reid.

Peneliti dari UCLA tersebut tepatnya mewawancarai 200 orang di klinik kesehatan mental. Peneliti kemudian melaporkan hasil dari studi dalam Journal of Sexual Medicine.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation