Tak ayal, buruh yang belum memulai aksinya langsung bergoyang. Sesekali dari mereka yang ada di atas menyiramkan air kepada buruh karena kepanasan terik matahari menyengat.
Tak lama aksi itu dilakukan, orasi mengenai tuntutan mereka langsung disampaikan, namun sesekali diselingi lagu. "Buruh bersatu tak bisa dikalahkan." Begitu salah satu yel-yel yang diteriaki mengikuti lantunan lagu khas buruh.
Dalam aksinya, buruh yang tergabung dalam Kelompok Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta untuk menghapuskan sistem outsourcing dan tolak upah murah.
Menurut buruh, sistem ini hanyalah sebuah perbudakan modern, karena tidak mendapat perlindungan hukum. Hal itu pula yang menjadikan pemerintah tidak memberikan sanksi lantaran perusahaan minim pengawasan.
Sekitar pukul 10.40 WIB ratusan buruh terus berkumpul. Akibatnya jalur dari kedua arah Jalan Diponegoro atau areal Gedung Sate ditutup dan dialihkan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar