"Kemarin siang, SS dan keluarganya datang ke kantor kami untuk meminta perlindungan terhadap anak dalam proses hukumnya," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Kamis 11 Oktober 2012.
Dalam pertemuan kemarin siang, korban terlihat masih sangat terpukul dan mengalami trauma berat. Korban datang bersama pamannya, tidak bersama orangtuanya. Karena sang ayah langsung jatuh sakit saat mengetahui anak tunggalnya itu mengalami kasus berat.
"Menurut pengakuan korban, memang ada penetrasi kekerasan seksual. Itu yang membuatnya trauma berat dan jijik. Bapaknya stres. Darah tingginya naik dan sekarang dirawat di rumah sakit," jelas Arist.
Itu sebabnya, besok Komnas akan memfasilitasi korban untuk terapi bersama psikolog sebagai upaya mengembalikan kondisi psikologisnya. Korban yang masih berusia 15 tahun itu juga mengalami hukuman sosial. Belum lagi ditambah sudah dua minggu lebih tidak masuk sekolah.
Pelaku, Brian Harry alias Michael, fotografer pernikahan yang berjanji akan mengorbitkan korban menjadi model profesional, sudah dibekuk di Polsek Penjaringan. Menurut Arist, polisi hanya menjerat pelaku dengan pidana melarikan anak gadis orang lain.
Dalam pemeriksaan di
polisi Micahel menjelaskan bahwa si korban menyatakan ingin menjadi
model. Ia kemudian memberi syarat agar SS mau difoto tanpa busana
terlebih dahulu. "Ternyata dia mau difoto telanjang. Saya tidak
memaksa, kok," katanya di kantor polisi penjaringan Rabu kemarin.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar