Ditemui di kediamannya, Jumat (5/10/2012), pasangan suami istri ini masih terlihat syok. Mufarrohah sesekali meneteskan air mata saat melihat kondisi putrinya itu. Sementara sang suami, Abdus Salam, mencoba menenangkan istrinya itu.
Abdus Salam menuturkan isterinya terbilang rajin memeriksakan kondisi kehamilannya saat ini, bahkan jauh lebih intensif jika dibandingkan dua kehamilan pertamanya.
Apalagi melalui program jaminan persalinan atau jampersal, semua pemeriksaan yang dilakukan bidan desa bisa dijalani dengan tanpa biaya.
"Isteri dan saya sendiri tidak ada firasat apapun terkait kelahiran anak yang ketiga ini. Bahkan pemeriksaan kesehatan rutin kepada bidan desa," kata Abdus Salam.
Abdus Salam yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengatakan istrinya juga tak pernah mengkonsumsi obat-obatan, makanan atau minuman yang mengandung banyak zat kimia.
"Kalau makanan biasa-biasa saja setiap hari karena memang kondisi ekonomi kami pas-pasan. Hanya saja isteri saya tidak pernah USG ke dokter spesialis," ungkapnya.
Meskipun terlahir cacat, kondisi bayi pasangan ini cukup sehat dengan bobot 2,5 kg. Abdus Salam kini hanya bisa pasrah dan meyakini kondisi ini adalah ujian dari Tuhan agar keluarganya bisa lebih bersabar dalam merawat bayi itu.
"Meskipun cacat dia tetap anak saya dan saya akan tetap merawatnya sampai dewasa. Sebab kami juga sama-sama tidak tahu ada apa di balik rencana Tuhan," tandasnya.
Dua anak pasangan ini sebelumnya yakni Muhammad Fahrul (8) dan Siti Sufia (10) lahir dalam keadaan normal. Keduanya kini sudah duduk di bangku sekolah dasar.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar