"Saya tidak pernah memikirkan itu. Setelah ini saya akan usulkan ini ke Presiden. Saya juga sudah usul ke MPR, semoga bisa dibahas," kata Eddy di Museum Sumpah Pemuda, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).
"Ini tidak ada hubungannya dengan nasionalis atau tidak. Ini masalah tafsir. Perkara diterima atau tidak itu urusan belakangan," tambahnya.
Eddy dan Cilay ensable membawakan lagu Indonesia Raya yang diubah di museum. Dia mengganti beberapa teks di lagu tersebut.
"Indonesia Raya, tanah airku tanah tumpah darahku. Dengan sigap aku bersiap, untuk membela negriku..."
Seharusnya kata 'Dengan sigap aku bersiap, untuk membela negriku' berbunyi 'di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku'
"Di sanalah aku berdiri itu seperti berdiri di awang-awang. Tidak sesuai dengan konteks sekarang. Dulu kata-kata itu disamarkan untuk mengelabui polisi Belanda. Tapi kini setelah merdeka untuk apa disamarkan lagi," katanya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar