Hasil tersebut didapatkan melalui penelitian kecil di Buffalo's School of Medicine and Biomedical Sciences. Penelitian ini mengamati 25 pria obesitas dan 25 pria dengan berat badan normal.
"Kami terkejut ketika menemukan adanya pengurangan kadar testosteron, karena kebanyakan subyek penelitian adalah pria muda yang tak memiliki diabetes," jelas Paresh Dandona, seperti dilansir oleh Times of India (19/10).
"Penelitian ini menunjukkan efek obesitas yang sangat kuat, bahkan pada pria di usia muda. Gaya hidup dan nutrisi mereka sejak muda ternyata mampu mempengaruhi banyak hal hingga mereka dewasa," tambahnya.
Selain berpengaruh pada fungsi reproduksi, kurangnya testosteron juga bisa menyebabkan bertumpuknya lemak di perut, pengerutan otot, serta resistensi insulin yang pada akhirnya mengarah pada diabetes.
Kabar baiknya, kadar testosteron bisa kembali normal jika pria melakukan diet untuk menurunkan berat badan, mengubah gaya hidup, atau melakukan operasi untuk menangani obesitas yang dideritanya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar