Singa itu diketahui saat sedang berjalan di dataran Delta Okavango, Botswana. Secara fisik, singa ini memiliki ciri-ciri seperti singa jantan, yakni surai lebat dan auman yang menggelegar. Tapi kenyataannya ia berkelamin betina. Tentu ciri ini tak ditemukan pada spesies betina.
Anomali ini diyakini terjadi ketika pembuahan embrio terganggu. Luke Hunter, Presiden Konservasi Kucing Kesar kelompok Panthera mengatakan singa betina itu kemungkinan mandul. "Tetapi sangat mampu untuk bertahan hidup," kata Hunter seperti dikutip Dailymail, Selasa 23 Oktober 2012.
Singa ini bahkan kemungkinan menjadi aset kebanggaan karena jika dia dianggap jantan oleh hewan lain maka ia lebih lihai dalam mempertahankan serangan. "Ini sangat menarik untuk mengetahui apakah dia berperilaku seperti laki-laki atau tidak," ujar Luke.
Barangkali selama bertahun-tahun singa ini diasingkan oleh kelompok singa betina, sehingga memaksanya untuk berjalan sendiri di dataran Delta Okavango itu. "Tapi dengan ukuran tubuh seperti jantan, ia menantang dan berjuang layaknya singa jantan untuk mempertahankan wilayah," ujar Luke.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar