Marina Chapman, yang sekarang tinggal di Bradford mengatakan, dia belajar untuk menangkap burung dan kelinci dengan tangan kosong setelah dia ditinggal dihutan oleh penculik.
Setelah kehidupannya bersama kawanan monyet berakhir, Marina ditemukan oleh beberapa pemburu. Namun, penderitaannya berlanjut ketika ia dijual dirumah bordil di kota Cucuta.
Dia melarikan diri dari rumah bordil dan menghabiskan bertahun-tahun di jalanan, kadang dia ditangkap polisi dan di masukan ke dalam tahanan. Namun, akhirnya diambil oleh keluarga kolombia untuk bekerja sebagai pembantu.
Di saat usianya menginjak 20 tahun dia pergi ke daerah Bradford ikut majikannya dalam perjalanan bisnis selama enam bulan dan sampai akhirnya Marina bertemu dengan John Chapman, seorang bakteriologi dan mereka menikah pada tahun 1977.
Marina dan keluarganya mau menceritakan kisah ini untuk membantu menyoroti kengerian perdagangan orang di Amerika Selatan. Kisahnya ini akan diangkat kedalam film dan dibuatkan bukunya dengan judul The Girl with No Name.
“Yang diingat ibu adalah bisa mengurus dirinya sendiri dan hanya sekali sakit, ketika dia makan beberapa buah beracun,” ujar Vanessa James, putri dari Chapman. seperti dikutip oleh Orange, Senin (22/10/2012).
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar