Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Sabtu (10/11), Helms awalnya merasa kesal dengan kemenangan Obama. Dia menuliskan kekecewaan di timeline Facebook awal pekan ini. Kalimat itu berbunyi, "Empat tahun ke depan masih dengan (dimulai dari huruf N). Mungkin dia akan terbunuh kali ini," katanya.
'N' dimaksud diyakini kata Negro, ras Obama. Atas perbuatannya Helms dilaporkan ke agen rahasia Amerika. Menurut Scoot Gillingham dari Agen Rahasia Sacramento, tulisan perempuan itu sudah bernada ancaman serius bagi nyawa Obama. Jika penilaian itu benar, maka Helms bakal dijerat hukum dengan tuduhan mengancam sesuai undang-undang.
Selain agen rahasia Amerika, manajer kantor Helms, Chris Kegle mengutuk ucapan perempuan itu. "Komentarnya sangat tidak pantas dan merugikan perusahaan. Kami punya bisnis yang harus dijalankan jadi kami memutuskan untuk memecatnya," ujar Kegle.
Bukannya menyesal atas tindakannya, Helms malah tidak peduli dan melakukan pembelaan. Menurut dia, apa yang ditulisnya hanya pendapat dan dia tidak berpikir ini menjadi besar. "Mungkin saya sedikit kasar dengan kata membunuh. Tapi kalau itu terjadi, saya tidak peduli," kata perempuan 22 tahun itu.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar