Polisi di Kasmir yang masuk wilayah Pakistan telah menangkap Mohammad Zafar dan istrinya, Zaheen, terkait serangan terhadap putri mereka, Anusha (15 tahun), pada 29 Oktober 2012. Gadis itu meninggal di rumah sakit dua hari kemudian setelah menderita luka bakar mengerikan karena terpapar air keras.
Sejumlah serangan yang dikenal dengan alasan "demi kehormatan" umum terjadi di Pakistan yang konservatif. Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengatakan, lebih dari 900 perempuan dibunuh tahun lalu setelah dituduh membawa aib, dalam berbagai cara, bagi keluarga.
Sang ayah, dari tempat tahanannya di pos polisi, mengatakan kepada BBC bahwa mereka sebelumnya telah memperingatkan Anusha tentang melirik laki-laki, sementara sang ibu menggambarkan bagaimana putrinya memohon pengampunan.
"Dia bilang, 'Saya tak sengaja melakukannya, saya tidak akan melakukannya lagi," kata sang ibu, yang lengannya juga terluka karena kena air keras, kepada BBC. "Kemudian saya membuang air keras itu. Adalah takdirnya untuk meninggal dengan cara itu."
Kedua orang tua itu menunggu hingga dua hari untuk membawa Anusha ke rumah sakit. Seorang dokter mengatakan kepada AFP bahwa remaja tersebut tiba dalam "kondisi sangat kritis". Ia menderita luka bakarnya hampir 70 persen.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar