
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Udjwalaprana Sigit, berdasarkan pengalamannya selama 2-3 tahun belakangan ini, bencana kerap terjadi pada saat hari libur dan bukan pada hari kerja.
"Ini artinya, bencana memang tidak mengenal waktu, kapan pun, siapa pun, di mana pun, bisa saja terjadi," katanya pada acara Workshop dan Pelatihan Jurnalis Siaga Bencana yang digelar IJTI Pengda Jawa Barat di The Cipaku Garden Hotel, Jalan Cipaku Indah, Sabtu (17/11).
Karena itu, ujarnya, pihaknya selalu menyiagakan karyawannya untuk selalu siaga justru di hari libur. Terlebih biasanya pada saat libur, Jawa Barat menjadi pusat tujuan berlibur warga dari berbagai kota, daerah, bahkan provinsi lain di Indonesia.
Walau Jabar dikenal sebagai daerah rawan bencana, kata Udjwalaprana, minat wisatawan untuk berkunjung terutama di masa libur panjang atau long weekend tidak surut.
"Makanya saya tidak meneken surat cuti untuk karyawan saya. Ini untuk merespons keinginan masyarakat dengan menempatkan kesiagaan atau tanggap bencana. Semua sudah diinstruksikan kepada BPBD kabupaten/kota untuk selalu siaga," katanya.
Ia juga mengatakan, dari catatan BPBD Jawa Barat, 95 persen rumah yang rusak akibat bencana karena tidak dibangun dengan infrastruktur yang baik. Bila dibangun dengan struktur yang baik, kerusakan bangunan bisa dikurangi, bahkan dihindari.
"Melihat ini, kami juga mendorong masyarakat dengan pendampingan untuk melakukan perencanaan kesiagaan bencana, termasuk perencanaan saat akan membangun rumah. Minimal struktur bangunannya baik sehingga bila terjadi bencana bangunan tidak rusak," katanya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar