Sebenarnya, ini sekedar reaksi otak, bukan hati Anda. Simak ulasan berikut, seperti dilansir Women's Health...
O-5 menit
Anda bertemu seorang pria menarik. Sebelum menyapanya, otak bahkan telah lebih dahulu memproses suara,wajah, dan bau tubuhnya (semakin mirip aroma tubuhnya dengan Anda, akan semakin bergairah).
Sensor otak bagian tengah depan yang membuat area ventral tegmental akan menyalaa dan mulai mengeluarkan dopamin. Ini adalah hormon yang bertanggung jawab pada perasaan gembira.
Pada saar bersamaan, area otak yang menangani emosi negatif akan ditekan, sehingga kebiasaan-kebiasaan buruk Anda pun seolah hilang tak terlihat.
Jika Anda sedang dalam masa ovulasi, Anda mungkin akan tertarik pada sifat maskulinitas seperti garis rahang yang tegas atau suara berat. Sebaliknya, jika Anda sedang dalam masa menstruasi, pria lembut dan feminin akan tampak menarik.
Di area otak Anda yang berhubungan dengan kenangan akan merekam setiap gerakan dan fitur pria tersebut. Dan, secara alamiah Anda dengan cinta masa lalu mungkin akan berkata, "ah, dia mirip sekali dengan cinta pertamaku."
Setelah 15 menit
Otak Anda memerintahkan pusat pengontrol hormon untuk mengeluarkan sinyal berupa senyawa kimia ke ovarium Anda. Pesannya : "Pria ini seksi sekali !.
Otak juga memberikan sinyal ke kelenjar Adrenalin untuk memompa keluar adrenalin, membuat jantung Anda menjadi berdebar-debar, telapak tangan berkeringat, dan fokus perhatian Anda padanya pun lebih intens.
Sementara itu, tubuh Anda juga sibuk memproduksi testoteron, hormon pria yang sering dikaitkan dengan agresivitas dan pengambilan resiko.
Setelah 10 menit
Sementara Anda kehilangan kesadaran akibat terpaan adrenalin, dopamin, dan testoteron, otak Anda akan memicu kelenjar pituitari untuk memproduksi oksitosin. Lalu, sejak itulah. Anda akan berpikir untuk menjalin ikatan eksklusif, dialah satu-satunya pasangan Anda.
Beberapa bulan kemudian
Jika Anda benar-benar jatuh cinta, otak Anda akan melangkah lebih lanjut memproduksi faktor pertumbuhan serat, sebuah protein yang dapat meningkatkan kapasitas mental. (sayangnya, hal ini bisa saja kembali surut ke jumlah normal, setelah 1 tahun Anda menjalani hubungan.
Gairah baru ini juga dapat memicu kelenjar adrenalin untuk mengeluarkan hormon stres kortisol. Tapi tidak seperti saat Anda sedang stres, kortisol versi jangka pendek ini akan membuat perasaan Anda hangat dan agak 'terbang'. Dan yang pasti hormon ini juga akan melejitkan gairah seks Anda.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar