Ide itu dilontarkan Mohammed Ludovic Lutfi Azhed, gay muslim asal Paris. Pada sesi wawancara bersama hurriyetdailynews.com, Selasa (20/11), Zahed mengaku ide itu muncul ketika ia melaksanakan ibadah haji.
"Adalah satu keharusan bagi gay muslim melaksanakan shalat," kata dia.
Zahed mengaku di masjid normal, jamaah perempuan harus duduk di barisan belakang. Melihat itu, kalangan gay biasa takut agresi verbal dan fisik ketika bersinggungan dengan perempuan.
Karena itu, komunitasnya akan memanfaatkan bekas kuil umat Buddha. Masjid itu resmi dibuka 30 November mendatang.
Ditanya apakah masjid ini akan digunakan sebagai tempat prosesi pernikahan, Zahed mengatakan prosesi akan dimulai sesudah shalat Jumat.
"Kami terlebih dahulu menggelar shalat Jumat lalu kami lanjutkan dengan prosesi pernikahan," kata dia.
Pekan lalu, lebih dari 100 ribu orang menggelar aksi unjuk rasa terkait rencana pemerintah menyetujui pernikahan sesama jenis. Dalam aksi itu sempat terjadi bentrokan antara demonstran dengan aparat yang berjaga.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar