Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Gema Inti, Candra Jap mengatakan lomba ini dilatarbelakangi keprihatinan banyaknya tawuran pelajar beberapa bulan terakhir. Organisasi ini merasa perlu berpartisipasi mencegah tawuran, dan bukan hanya menyerahkan pada sekolah dan kepolisian.
"Mencegah atau setidaknya meminimalisasi tawuran harus dari sudut pandang pelajar," kata Candra melalui keterangan tertulis, Sabtu 10 November 2012.
Menurut dia, salah satu penyebab terjadinya tawuran adalah kurangnya ruang bagi pemuda untuk mengekspresikan diri secara positif dan bersaing secara sportif lewat bidang yang mereka gemari. "Sehingga kita harus mengetahui tren atau budaya apa yang mereka gemari saat ini," ujarnya.
Akhirnya, dipilihlah lomba street-dance karena belakangan menjadi tren baru di kalangan pelajar. "Fenomena Gangnam style dari Korea serta flashmob sangat digemari para pelajar sekarang ini. tarian yang energik penuh semangat sangat cocok dengan jiwa muda," kata Candra melanjutkan.
Sambil berkompetisi, pelajar juga mendapat pendampingan dari kepolisian soal bahaya tawuran, melalui penyuluhan. Kampanye anti-tawuran ini dibuat bertepatan dengan Hari Pahlawan dengan harapan dia menjadi titik tolok penghapusan kekerasan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar