Psikolog Zoya Amirin mengatakan bahwa aroma dapat mempengaruhi tingkat ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis. Jika seseorang merasa lawan jenisnya menarik secara interpersonal, aroma memiliki potensi untuk mempengaruhi tingkat ketertarikan tersebut.
Aroma yang harum dapat meningkatkan ketertarikan. Sedangkan aroma yang tidak sedap dapat menurunkan tingkat ketertarikan. Semakin seseorang menyukai aroma tertentu, semakin positif aspek emosi yang dihasilkan.
Menurut Zoya, aroma tubuh dapat mengirimkan sinyal seksual ke dalam otak. "Ini karena daya penciuman dan emosi terletak dalam jaringan sama yang dinamakan sistem limbik. Parfum dapat membuat orang menjadi lebih menarik dan menjadi indikator untuk menunjukkan kesan kepribadian seseorang," ucapnya.
Penelitian mengenai pengaruh aroma tubuh terhadap ketertarikan seksual sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1970an. Seorang zoologist asal Swiss, Claus Wedekin, dalam Blum 1997, pernah meneliti tentang hal ini.
Hasilnya, semakin berbeda MHC (Major Histocompatibility Complex) pria daripada wanita, semakin dinilai seksi. Bahkan dalam buku Kamasutra dinyatakan bahwa kecantikan seseorang bukan ditentukan dari penampilannya secara fisik, tetapi dari harum tubuhnya. Banyak pula kebudayaan yang telah mengetahui hubungan istimewa antara penciuman, afeksi dan sensualitas. Di India, 'kiss' berarti membaui dan suku Inuit atau Eskimo saling mencium dengan cara menggosokkan hidung satu sama lain.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar