"Komentar Zainuddin tidak merefleksikan pandangan pemerintah Malaysia," ujar dia. Afdzaruddin mengungkapkan pernyatan tersebut di depan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia seperti dikutip kantor berita Bernama.
Para pemangku kepentingan di Indonesia menilai bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kapasitas Zainuddin sebagai mantan menteri. Komentar Zainuddin bisa melukai hubungan bilateral antar negara.
Adapun Kementerian Luar Negeri telah merespon artikel yang dimuat di koran "Utusan Malaysia" pada 10 Desember 2012. "Seperti yang disebutkan Menlu Marty kemarin, jangan beri peluang artikel seperti itu bisa mempengaruhi hubungan dua negara," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tenee."Artikel yang tidak terukur jangan diberi ruang seolah-olah sangat penting," kata dia.
Dalam wawancaranya, Zainuddin menyatakan tak akan meminta maaf atas pernyataan membandingkan Habibie dengan tokoh oposan Malaysia, Anwar Ibrahim. Zainudin menyebut keduanya The Dog of Imperialism. "Saya tidak merasa perlu minta maaf, sebab perkataan saya itu saya rasa benar, bukan bertujuan untuk menghina siapapun," ujar dia.
Menurut Zainuddin, pada umumnya orang Indonesia bilang Habibie adalah pengkhianat bangsa. "Orang Indonesia yang saya temui semua bilang begitu, saya Tanya kepada sopir taksi, dan orang lain yang saya temui. Mereka lebih menghormati zaman Pak Harto," Ia menambahkan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar