Menanggapi hal tersebut, Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Lurah Suraksosihono alias Asih, mengimbau agar warga tidak memedulikan akabr atau isu tersebut.
Asih mengatakan, warga di lereng Merapi sebenarnya masih memerlukan dorongan agar bisa keluar dari trauma pascabencana dahsyat yang menewaskan lebih dari 100 orang itu.
“Tidak usah dipikir. Kiamat itu Maha Kuasa yang menentukan,” tegas Asih, Jumat (21/12/2012).
Dia mengatakan, sah-sah saja bila Suku Maya memprediksi atau memperkirakan kiamat. Namun, sebagai insan beragama, sebaiknya masyarakat tidak larut, apalagi memercayai kemudian ikut panik.
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DIY, lanjut dia, sejauh ini belum menginformasikan tanda-tanda Merapi akan kembali erupsi. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan BPPTK agar mendapat informasi secara ilmiah, bukan gaib.
“Kalau ada tanda-tanda, mohon BPPTK menginformasikannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beriman Yogyakarta, Abdul Muhaimin, mengatakan, kiamat mutlak urusan Tuhan. Sebelum kiamat, akan muncul tanda-tanda kecil maupun besar. Meski ada tanda-tanda seperti banyak orang bermaksiat, namun belum muncul tanda-tanda besar. “Selama masih terdengar adzan, tidak akan terjadi kiamat,” pungkasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar