Perempuan-perempuan dari FEMEN itu sering menggunakan slogan "Kami datang ke sini, kami bugil, kami menguasai." Meski suhu udara di Ukraina sudah mencapai minus tiga derajat celcius, mereka tetap berdemo tanpa busana.
Sebelum para aktivis bugil itu ditangkap oleh kepolisian, mereka mengklaim, Parlemen Ukraina merupakan kandang dari kuda-kuda oligarki. Mereka mengecam praktik korupsi di negara Eropa yang saat ini didera kasus penahanan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko. Seperti diketahui, kasus Tymoshenko menjadi suatu hal yang sangat dikecam Barat.
Sementara itu di dalam kantor parlemen, politisi oposisi fraksi nasionalis Svoboda terlihat menyeret dua orang anggota parlemen lainnya, guna mencegah mereka mengucap sumpah. Mereka langsung dikeluarkan dari ruangan oleh dua pejabat oposisi karena diduga berkhianat. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (13/12/2012).
Rapat parlemen itu merupakan rapat pertama yang dilaksanakan usai Ukraia menggelar pemilu. Perselisihan pun muncul dan Presiden Viktor Yanukovich dihadapkan oleh sejumlah pilihan mengenai penetapan Perdana Menteri Mykola Azarov di posisinya.
Ketika Ketua Parlemen Ukraina mengumumkan bahwa Azarov dan pemerintahan koalisinya muncul, fraksi oposisi langsung berteriak "Hanba! Hanba!" (memalukan!). Tiga fraksi oposisi Ukraina juga menentang pemerintahan koalisi Azarov dan menunda voting penetapan Azarov sebagai kepala negara Ukraina.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar