Dilansir Ibtimes, Senin (24/12/2012), isu yang menjalar hingga seluruh dunia ini membuat para pemimpin di beberapa negara untuk mengambil langkah-langkah pencegahan bunur diri massal yang ditakuti. Di Prancis, walikota menutup semua situs gunung Bugarach sebelum 21 Desember 2012.
Ini dilakukan pemerintah Prancis untuk memastikan tidak akan ada aksi bunuh diri massal di gunung tersebut. Tindakan serupa juga diambil oleh otoritas Argentina untuk mengantisipasi bunuh diri massal yang mungkin terjadi di sebuah gunung populer dengan para pengamat unidentified flying object (UFO).
Meskipun sejarah telah mencatat bahwa ada beberapa kejadian bunuh diri massal yang dilakukan oleh sekte atau aliran tertentu, tidak semua penyebab aksi "konyol" tersebut diakibatkan karena prediksi kiamat 2012 yang gagal. Kabarnya, beberapa dilakukan sebagai tanda protes atau untuk menghindari kehinaan.
Berdasarkan catatan tentang bunuh diri massal, aksi ini pernah terjadi di abad ke-14 di kerajaan Rajput selama masa Mughal. Sebagian besar para pelakunya merupakan wanita yang dilakukan agar mereka terhindar dari penangkapan dan penganiayaan di tangan penjajah atau musuh.
Di Vietnam, Thich Quang Duc mengorbankan dirinya di 1963 di Saigon (sekarang Kota Ho Chi Minh) sebagai bentuk protes terkait penganiayaan Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan. Biksu Buddha lainnya mengikuti Thich Quang Duc atas kepercayaan bahwa aksi bakar diri akan menyebarkan cahaya dari Dharma dan membuka mata orang-orang di sekitar mereka.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar