Paul S. MacLean PhD, seorang profesor kedokteran di University of Colorado Health Anschutz and Wellness Center, dan rekannya mempelajari efek dari makan berlebihan dan obesitas pada tikus laboratorium yang menjalani operasi untuk menghilangkan indung telurnya, untuk meniru efek menopause.
Peneliti menemukan bahwa kelebihan berat badan ditambah makan yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan tumor yang agresif dan mempromosikan perkembangan kanker.
Peneliti menyatakan bahwa tikus obesitas tidak dapat menangani kelebihan kalori dari glukosa yang kemudian diambil oleh jaringan kanker payudara. Sedangkan pada tikus-tikus kurus dapat menyimpan kelebihan glukosa dan lemak dalam jaringan hati, lemak dan otot, dan dalam jaringan payudara yang sehat.
"Wanita postmenopause yang obesitas memiliki peningkatan risiko kanker payudara dan hasil klinis yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita menopause yang lebih ramping. Sehingga wanita perlu memeprbaiki pola makannya sejak dini untuk mencegah risiko tersebut," kata Dr. MacLean.
Peneliti tertarik untuk mempelajari apakah perilaku makan berlebihan atau makan terlalu banyak kalori terhadap risiko kanker payudara. Ketika masih bayi, seseorang dapat mengetahui kapan waktu dirinya merasa lapar dan kapan harus berhenti minum susu ketika telah merasa kenyang.
Tetapi ketika beranjak dewasa, seseorang telah kehilangan sensitivitasnya dan cenderung makan berlebihan untuk berbagai alasan, misalnya karena gangguan metabolisme yang menyebabkan gagalnya respon terhadap rasa lapar.
Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini dan mencegah risiko yang lebih besar terhadap kanker payudara, yaitu:
1. Makan perlahan-lahan
Penelitian yang dipimpin oleh Mark Gold dari University of Florida telah menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu 12 menit atau lebih untuk mengirimkan sinyal kepuasan ketika makan ke otak untuk orang yang kurus, sedangkan orang gemuk membutuhkan waktu sekitar 20 menit atau lebih. Makan dengan perlahan-lahan dapat memastikan bahwa sinyal-sinyal kenyang dapat mencapai otak dengan tepat.
2. Jangan makan sambil melakukan aktivitas lain
Perhatikan makanan yang ada di depan Anda ketika makan dan jangan makan sambil menonton televisi, di depan komputer, atau ketika mengemudi. Otak kurang dapat merespon sinyal makanan yang dimakan dengan tergesa-gesa atau fokus makan teralihkan oleh kegiatan lain, sehingga tanpa sadar Anda telah makan lebih dari yang Anda butuhkan.
3. Mendalami rasa makanan pada gigitan pertama
Memuaskan selera dengan benar-benar menikmati gigitan pertama makanan dapat membantu Anda untuk tidak makan berlebihan.
4. Mengatur porsi makan
Menggunakan piring yang lebih kecil dengan memperhatikan penyajian makan dapat meningkatkan kesadaran untuk tidak makan dalam jumlah yang berlebihan.
5. Pilihlah makanan yang memuaskan
Jauhi makanan yang menawarkan sejumlah besar kalori, makanan tinggi lemak, dan makanan tinggi gula seperti kue. Makanlah makanan yang memuaskan perut tetapi tidak berkalori tinggi seperti biji-bijian yang mengandung serat, buah-buahan dan sayuran, dan daging tanpa lemak.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Cancer Research, seperti dilansir emaxhealth, Kamis (13/12/2012).
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar