.

Cegah Banjir, Jokowi Minta BNPB Tabur Garam di Awan Jakarta

Sabtu, Januari 26, 2013

Jokowi serahkan bantuan
Jurnaldunia.com - Gubernur DKI Joko Widodo meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menebar garam di awan Jakarta untuk mengatasi banjir di Jakarta. Permintaan Jokowi itu dituangkan dalam surat ke BNPB pada 18 Januari lalu.

"Bisa digunakan ketika kekeringan dan hujan seperti ini. Dilaksanakan berdasarkan permintaan Bapak Gubernur DKI Jakarta yang mengirim surat pada kami tanggal 18 Januari 2013 untuk melakukan upaya ini," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif di Base Ops Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2013).

Syamsul menambahkan, teknologi yang disebut teknologi modifikasi cuaca (TMC) ini telah berjalan sejak 2006 untuk merekayasa cuaca di Palembang. Penerapan teknologi ini menggunakan pesawat Hercules dan Cassa yang menabur garam di langit.

"Pengerahan TMC ternyata berhasil bersama BPPT dan TNI karena menggunakan pesawat Hercules, karena begitu besar kebutuhannya," ujar Syamsul.

Pesawat tersebut mampu mengangkut 5 ton NaCl (garam) untuk membuat hujan buatan dan mengarahkan awan hujan. Pelaksanaan perintah yakni dari darat ke pesawat melalui radar cuaca dan pesawat.

"Mekanismenya di sini ada posko, kemudian ada radar sehingga ada perintah dari posko ke mana pesawat ini melaksanakan tugasnya. Bahkan di atas pun dibelokkan kalau ada awan yang bisa disemai," ujar Syamsul.

"Ini penemuan putra bangsa sendiri, tentu dengan ilmu dari mana-mana tapi diawaki bangsa sendiri, pesawat sendiri, dan teknologi juga sendiri," tambah Syamsul.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya hari ini mengatakan, TMC akan dilakukan selama 2 bulan yakni 26 Januari 2013-25 Maret 2013. Tujuannya yakni mengurangi hujan sehingga banjir dapat diredam. Upaya yang dilakukan yakni menghambat pertumbuhan awan dan menjatuhkan hujan di luar daerah rawan banjir.

TMC dilakukan dengan mengerahkan 4 pesawat terbang yaitu 1 Hercules C-130 TNI AU di Bandara Halim Perdana Kusumah dan 3 pesawat CASA 212-200 di Pondok Cabe, untuk mempercepat awan menjadi hujan. Sedangkan untuk menghambat pertumbuhan awan dipasang 25 titik Ground Based Generator (GBG) yang membakar flare berisi higroskopis (NaCL). Selain itu didukung 3 radar hujan dan 6 stasiun pos meteorologi. TMC menelan dana Rp 13 miliar.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation