Selain menerjang sejumlah perumahan penduduk, banjir juga melanda jalan-jalan Ibu Kota, seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan S Parman, Jalan Daan Mogot dan sejumlah jalan lainnya.
Akibatnya, lalu lintas di Jakarta lumpuh. Bahkan, roda ekonomi di Jakarta terhenti karena sejumlah kawasan pusat ekonomi terendam air.
Tak hanya itu, Istana Negara juga tak luput dari terjangan banjir. Kantor Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terendam sekitar 50 cm. SBY bahkan sempat mengecek banjir di Istana.
SBY juga melakukan inspeksi ke lokasi banjir di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. SBY bahkan sempat menelusuri Kali Ciliwung dengan menumpangi perahu karet.
Selain SBY, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) juga dibuat pusing oleh banjir besar Kamis ini. Namun, di balik banjir yang membuat pusing pemangku kebijakan dan warga, ada sejumlah aksi unik yang dilakukan warga.
Berikut lima aksi unik warga Jakarta saat banjir besar terjadi.
1. Main perahu kayak di jalan
Banjir sekitar 90 cm di Kampus Trisakti dan Jalan S Parman,
Kamis (17/1), dimanfaatkan salah seorang mahasiswa untuk bermain perahu
kayak.
Mahasiswa itu keluar dari kampus Trisakti ke Jl S Parman dengan mendayung perahu kayak. Di jalan itu, dia berputar-putar mendayung perahu kayaknya sekitar 10 menit lamanya.
Setelah itu, mahasiswa berkaos merah itu masuk kembali ke dalam kampus dengan mendayung perahu kayak warna merahnya. Akibat banjir di Jalan S Parman, para pengendara sepeda motor nekat masuk ke dalam Tol Dalam Kota arah Cawang. Padahal, jalan tol sendiri sisi sebelah kanannya terendam air sekitar 20 cm.
Mahasiswa itu keluar dari kampus Trisakti ke Jl S Parman dengan mendayung perahu kayak. Di jalan itu, dia berputar-putar mendayung perahu kayaknya sekitar 10 menit lamanya.
Setelah itu, mahasiswa berkaos merah itu masuk kembali ke dalam kampus dengan mendayung perahu kayak warna merahnya. Akibat banjir di Jalan S Parman, para pengendara sepeda motor nekat masuk ke dalam Tol Dalam Kota arah Cawang. Padahal, jalan tol sendiri sisi sebelah kanannya terendam air sekitar 20 cm.
2. Menarik gerobak
Banjir yang terjadi di sejumlah jalan protokol di Jakarta
ternyata menjadi lahan mencari rezeki bagi sebagian orang. Di Jalan
Sudirman-Thamrin misalnya, sejumlah orang menarik gerobak menarik motor
dan warga, Kamis (17/1).
Namun, hal itu tidaklah gratis. Mereka memberikan tarif kepada warga dan motor yang mau diangkut melintasi kawasan banjir dengan menggunakan gerobaknya.
Namun, hal itu tidaklah gratis. Mereka memberikan tarif kepada warga dan motor yang mau diangkut melintasi kawasan banjir dengan menggunakan gerobaknya.
3. Mandi di lokasi banjir
Arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Merak terputus karena
jalan bebas hambatan itu terkena banjir di Km 57, Kamis (10/1).
Akibatnya, aktivitas warga yang hendak melewati jalan tersebut
terganggu.
Namun, salah seorang warga sekitar memanfaatkan banjir di Km 57 itu untuk mandi. Warga yang tak diketahui identitasnya itu tampak asyik mandi di tengah genangan air.
Seakan tak peduli dengan kuman dan bakteri yang ada di air tersebut, warga yang hanya mengenakan celana pendek itu dengan cueknya menggosok sejumlah bagian badannya dengan air.
Namun, salah seorang warga sekitar memanfaatkan banjir di Km 57 itu untuk mandi. Warga yang tak diketahui identitasnya itu tampak asyik mandi di tengah genangan air.
Seakan tak peduli dengan kuman dan bakteri yang ada di air tersebut, warga yang hanya mengenakan celana pendek itu dengan cueknya menggosok sejumlah bagian badannya dengan air.
4. Cuci sepeda motor dengan air banjir
Selain dimanfaatkan untuk mandi, banjir di Jalan Tol
Jakarta-Merak Km 57 juga dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci
kendaraan roda duanya, Kamis (17/1).
Warga secara beramai-ramai mencuci sepeda motornya di lokasi banjir dengan menggunakan alat seadanya. Dengan serius mereka mencuci dan membersihkan setiap sudut kendaraan yang disayanginya itu.
Setelah sepeda motornya selesai dicuci, mereka lantas pergi meninggalkan lokasi.
Warga secara beramai-ramai mencuci sepeda motornya di lokasi banjir dengan menggunakan alat seadanya. Dengan serius mereka mencuci dan membersihkan setiap sudut kendaraan yang disayanginya itu.
Setelah sepeda motornya selesai dicuci, mereka lantas pergi meninggalkan lokasi.
5. Bermain sepeda
Jika para pengendara kendaraan bermotor takut melintasi
lokasi banjir, pengendara sepeda justru asyik melintasi lokasi banjir.
Hal ini terjadi di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin, Kamis (17/1).
Pengendara sepeda yang berasal dari warga sekitar maupun karyawan itu tampak asyik menggeos sepedanya di lokasi banjir. Mereka tak peduli meski ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa.
Nampaknya, sepeda dapat menjadi kendaraan alternatif untuk melintasi kawasan banjir. Karena sepeda tak bermesin sehingga tak akan mogok terendam air.
Pengendara sepeda yang berasal dari warga sekitar maupun karyawan itu tampak asyik menggeos sepedanya di lokasi banjir. Mereka tak peduli meski ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa.
Nampaknya, sepeda dapat menjadi kendaraan alternatif untuk melintasi kawasan banjir. Karena sepeda tak bermesin sehingga tak akan mogok terendam air.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar