Raffi tak sendiri. Tujuh rekannya termasuk Wanda Hamidah hingga kini masih ditahan oleh BNN. Padahal dari hasil tes urine, Wanda Hamidah negatif menggunakan narkoba.
BNN bahkan menambah waktu pemeriksaan selama 3x24 jam lagi kepada mereka. Sebab, sejak ditangkap pada Minggu (27/1) dini hari, Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah, Selasa kemarin sudah menjalani pemeriksaan selama 3x24 jam.
Upaya pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba oleh BNN memang perlu diapreasi. Namun, bukan berarti langkah yang dilakukan oleh badan anti-narkoba itu sepi dari kritik.
Dalam kasus Raffi, sejumlah kritik terhadap BNN juga ramai terjadi. Berikut lima kritik terhadap BNN dalam kasus Raffi Ahmad.
1. BNN harusnya menangkap bandar besar
Penangkapan Raffi Ahmad, Wanda Hamidah dkk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menuai kritikan dari artis senior Pong Harjatmo. Pria yang pernah menghebohkan publik dengan memanjat gedung DPR ini menilai, sekelas BNN harusnya menangkap bandar besar.
"Sekelas BNN harusnya kan menangkap bandar besar," ujarnya di gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Tak cukup di situ, Pong juga menilai penggerebekan di rumah Raffi itu merupakan sebuah pengalihan isu. Namun, dia tak menjelaskannya secara detail.
"Ini hanya pengalihan isu saja, masa menyelesaikan masalah ini saja butuh waktu lama," katanya.
"Sekelas BNN harusnya kan menangkap bandar besar," ujarnya di gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Tak cukup di situ, Pong juga menilai penggerebekan di rumah Raffi itu merupakan sebuah pengalihan isu. Namun, dia tak menjelaskannya secara detail.
"Ini hanya pengalihan isu saja, masa menyelesaikan masalah ini saja butuh waktu lama," katanya.
2. BNN buang-buang duit tangkap Raffi dan Wanda
Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapat kritikan dari artis senior Pong Harjatmo
terkait kasus narkoba Raffi Ahmad. Pong menilai penggerebekan yang
dilakukan BNN setelah pengintaian selama tiga bulan merupakan tindakan
yang sia-sia.
Sebab, biaya yang dikeluarkan BNN dengan hasil penangkapan jauh dari seimbang. "Sudah diintip tiga bulan tapi hasilnya kok cuma dua linting ganja? Biaya buat ngintip tiga bulan, sama dua linting ganja hasilnya tidak seimbang," kata Pong di gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Pong menilai, penemuan barang bukti tersebut menjadi tamparan tersendiri bagi BNN. Sebab, BNN yang sebelumnya berhasil mengungkap kasus besar, tidak bisa menemukan barang bukti besar di rumah Raffi.
"Ini sama saja nampar muka sendiri, harusnya dari pengintaian tiga bulan bisa menemukan barang bukti yang besar juga bukan dua linting ganja. Kalau cuma dua linting ganja kenapa enggak geledahin seniman-seniman, dapat kok dua linting, tidak usah dana tiga bulan ngintip dengan hasil dua linting ganja," tegasnya.
Sebab, biaya yang dikeluarkan BNN dengan hasil penangkapan jauh dari seimbang. "Sudah diintip tiga bulan tapi hasilnya kok cuma dua linting ganja? Biaya buat ngintip tiga bulan, sama dua linting ganja hasilnya tidak seimbang," kata Pong di gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Pong menilai, penemuan barang bukti tersebut menjadi tamparan tersendiri bagi BNN. Sebab, BNN yang sebelumnya berhasil mengungkap kasus besar, tidak bisa menemukan barang bukti besar di rumah Raffi.
"Ini sama saja nampar muka sendiri, harusnya dari pengintaian tiga bulan bisa menemukan barang bukti yang besar juga bukan dua linting ganja. Kalau cuma dua linting ganja kenapa enggak geledahin seniman-seniman, dapat kok dua linting, tidak usah dana tiga bulan ngintip dengan hasil dua linting ganja," tegasnya.
3. Hati-hati dengan kata tersangka
Meski anak dan menantunya telah dilepaskan Badan Narkotika
Nasional (BNN), tak berarti Mark Sungkar tak mengkritik BNN. Ayah dari
Zaskia Sungkar mengkritik BNN karena dalam surat pemberitahuan kepada
keluarga dan surat perintah pelepasan ditulis status Zaskia dan
Irwansyah sebagai tersangka.
"Ada masukan yang ingin kami masukan ke BNN. Kami usulkan ada redaksional yang diubah. Di dalam surat pelepasan di atas ada surat pelepasan tersangka, padahal anak kami belum tersangka tapi kenapa kalimatnya tersangka," kata Mark Sungkar dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Dia mengatakan, hal itu diungkapkannya sebagai koreksi kepada BNN agar mengubah kalimat tersebut ke depannya. "Jadi koreksi ini masukan bukan hanya di BNN tapi lembaga lain, jadi orang baru ditangkap sudah dituduh tersangka," katanya.
Selain melepaskan Zaskia dan Irwansyah, BNN juga kemarin melepas lima teman Raffi karena tak terbukti menggunakan narkoba yakni Furki, Mira, Mohamad, Roni, dan Nafi.
"Ada masukan yang ingin kami masukan ke BNN. Kami usulkan ada redaksional yang diubah. Di dalam surat pelepasan di atas ada surat pelepasan tersangka, padahal anak kami belum tersangka tapi kenapa kalimatnya tersangka," kata Mark Sungkar dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/1).
Dia mengatakan, hal itu diungkapkannya sebagai koreksi kepada BNN agar mengubah kalimat tersebut ke depannya. "Jadi koreksi ini masukan bukan hanya di BNN tapi lembaga lain, jadi orang baru ditangkap sudah dituduh tersangka," katanya.
Selain melepaskan Zaskia dan Irwansyah, BNN juga kemarin melepas lima teman Raffi karena tak terbukti menggunakan narkoba yakni Furki, Mira, Mohamad, Roni, dan Nafi.
4. Kinerja BNN misterius
Badan Narkotika Nasional (BNN) menambah waktu pemeriksaan selama 3x24 jam kepada Raffi Ahmad, Wanda Hamidah dkk. Hal itu sontak menuai protes dari keluarga Wanda Hamidah.
Keluarga anggota DPRD DKI itu bahkan mengkritik kinerja BNN dengan menyebutnya misterius.
"Partai sudah marah. Di Berita Acara Perkara (BAP) Wanda Hamidah sebagai saksi. BNN misterius kerjaannya, diminta buat BAP lagi, ayahnya marah, kita tidak tahu strategi mereka apa. Siapa yang dijadikan target?" kata paman sekaligus konsultan politik Wanda Hamidah, Deddy Eka di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/1).
Keluarga anggota DPRD DKI itu bahkan mengkritik kinerja BNN dengan menyebutnya misterius.
"Partai sudah marah. Di Berita Acara Perkara (BAP) Wanda Hamidah sebagai saksi. BNN misterius kerjaannya, diminta buat BAP lagi, ayahnya marah, kita tidak tahu strategi mereka apa. Siapa yang dijadikan target?" kata paman sekaligus konsultan politik Wanda Hamidah, Deddy Eka di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/1).
5. BNN harus tegas dan transparan
Kritikan terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus
Raffi juga datang dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Kompolnas meminta BNN tegas dan transparan dalam kasus tersebut.
"Kami terus memantau hasil penyelidikan yang dilakukan BNN. Kami minta BNN tegas dan transparan dalam penetapan status tersangka," ujar anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan dalam keterangan persnya, Senin (28/1).
Menurutnya, BNN merupakan bagian dari institusi Polri yang harus terbuka kepada masyarakat. "Apapun hasil yang ditemukan harus disampaikan. Kalau mereka ada yang terbukti, harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Edi.
"Kami minta BNN menolak intervensi apapun dari pihak luar untuk mengubah status para terperiksa," imbuh Edi.
"Kami terus memantau hasil penyelidikan yang dilakukan BNN. Kami minta BNN tegas dan transparan dalam penetapan status tersangka," ujar anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan dalam keterangan persnya, Senin (28/1).
Menurutnya, BNN merupakan bagian dari institusi Polri yang harus terbuka kepada masyarakat. "Apapun hasil yang ditemukan harus disampaikan. Kalau mereka ada yang terbukti, harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Edi.
"Kami minta BNN menolak intervensi apapun dari pihak luar untuk mengubah status para terperiksa," imbuh Edi.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar