"Tolong Pak, di Gang Masjid airnya sepinggang, hitam, bau dan bantuannya masih kurang," ujar salah satu warga, Marni. Mendengar permintaan itu, Jokowi menurutinya.
Dengan berjalan kaki, Jokowi pun kemudian langsung menuju ke lokasi yang di maksud. Namun, banjir yang tinggi menghambat perjalanannya. Mantan Wali Kota Solo itu harus melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan styrofoam 2X1 meter. Di atas styrofoam itu diletakkan ember yang dijadikan tempat duduk. Di atas rakit sederhana itulah Jokowi berangkat menuju lokasi banjir.
Dan benar saja. Wilayah yang dilanda banjir itu memang sangat memprihatinkan. Lokasi banjir itu berada di Gang Masjid Jamie Nurushobah, RW 17, Jalan Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara. Tinggi banjir yang disebabkan pasangnya air laut ini mencapai 70 sentimeter. Warna airnya hitam pekat. Baunya pun tidak sedap.
Saat tiba di wilayah itu, Jokowi langsung meninjau lokasi pengungsian dan mendengar keluhan warga dari masalah minimnya bantuan logistik sampai listrik yang masih padam. Jokowi berjanji akan memberikan pompa penyedot air yang pengelolaannya diserahkan kepada warga. "Nanti kita belikan, warga yang merawat. Kita gaji nanti, ini supaya cepat surut," ujarnya.
Menurut salah seorang warga sekitar, Somad, banjir di lokasi tersebut sempat mencapai 3 meter. Ketiunggian air mencapai atap rumah penduduk. "Ini sudah mendingan, tapi karena tidak hujan airnya jadi hitam dan bau," katanya. Ia pun mengatakan, banjir rob yang terjadi saat ini terjadi yang kedua kalinya setelah sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1982.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar