Semua lembar identitas itu diduga palsu. Sebab, polisi juga menemukan satu unit alat penggandaan Kartu Keluarga dan satu stempel Dinas Kependudukan Daerah. Ada pula satu fotocopy STNK motor, satu unit komputer, laptop, pengganda CD, printer, alat laminating, 11 telepon seluler, satu gunting baja dan linggis. Barang bukti lainnya adalah buku jihad, tiga kantong plastik bahan kimia yang diduga potasium, satu gulung aluminium foil dan satu alat bantu seks. Masih ada sejumlah barang bukti lainnya.
Polisi meringkus satu tersangka penculik, Fadlun Haryanto, 29 tahun, di rumah kontrakan pelaku di jalan S. Parman, Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 26 Januari 2013. Satu tersangka lalu berinisial K kabur.
Menurut Putut, tertangkapnya pelaku berasal dari sinyal telepon seluler yang digunakan saat mengirimkan pesan singkat untuk orang tua korban, pedangdut Nassar dan Muzdhalifah, pada 22 Januari 2013. Dua hari sebelum pesan singkat itu, keduanya melaporkan penculikan anaknya kepada polisi.
Penculik mengirim paket foto korban yang terikat tangan korban. “Mereka meminta tebusan Rp 4 miliar jika tidak diikuti Nana akan dibunuh atau dijual," ujar Putut. Dari informasi itu, polisi langsung menelusuri keberadaan penculik. Hasil
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar