Tim peneliti dari University of Bonn dan Max Planck Institute for Heart and Lung Research, Jerman, telah menemukan khasiat lain untuk obesitas tersebut. Dalam penelitiannya, para ahli menemukan bahwa tikus yang diberikan sildenafil ternyata resisten terhadap obesitas, bahkan ketika diberi makanan tinggi lemak.
Peneliti memberikan sildenafil pada tikus dan mempelajari pengaruhnya terhadap sel-sel lemak. Mereka menemukan obat itu mengubah sel lemak putih--yang sering ditemukan pada manusia sebagai 'area masalah' dan bisa menyebabkan peradangan dan penyakit kronis--menjadi sel-sel lemak krem.
"Sel-sel lemak krem membakar energi dari makanan yang dimakan menjadi panas," kata seorang peneliti Alexander Pfeiffer. Sel-sel lemak krem juga melelehkan lemak, yang membuatnya ampuh melawan obesitas.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology ini dianggap bisa mempunyai implikasi penting bagi setengah milyar orang yang mempunyai kelebihan berat badan dan obesitas. Meskipun demikian, peneliti tidak menyarankan orang untuk menggunakan Viagra hanya untuk mencegah obesitas. Mereka mengatakan, penelitian hanya dilakukan pada tikus, maka penelitian lanjutan diperlukan untuk menciptakan obat yang cocok bagi manusia.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar