.

Disbunhut Kurang Merespon Keluhan Warga Pante Peusagan Bireuen

Selasa, Februari 26, 2013


http://m.radarbangka.co.id/gambar/berita-disbunhut-bantah-bangun-jalan-asal-asalan-1816_a.jpg
Jurnaldunia.com -  Sejauh ini, Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bireuen dinilai lamban menindaklanjuti kelahuhan warga Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten setempat.

Pasalnya, hingga saat ini, satu ekor dari kawanan gajah liar masih menghantui warga pedalaman selatan Juli itu.  Kendati sebelumnya rombongan wakil Bupati Bireuen dan pejabat lainnya telah mengunjungi desa tersebut.
Belakangan,inforamasi yang didapatkan, tujuh keluarga di Pante Peusangan, masih tetap mengungsi akibat ketakukan terhadap  gajah yang terus berkeliaran di kawasan pemukiman mereka.
”Pasca kejadian amukan gajah, warga memang kembali menetap di rumah yang rusak. Namun  sejak tiga hari lalu, warga kembali ketakutan dan tak berani tinggal dan terpaksa memilih mengungsi ke rumah tetangga lainnya”, kata Keuchik Pante Peusangan, Mukhtar Ismail, Selasa (26/2/2013).
Menurut Muhktar Ismail, ada tujuh KK yang mengungsi, selain menetap sementara di rumah tetangganya, empat keluarga terpaksa tinggal dan tidur di meunasah desa setampat.
Dua hari lalu, sambung Muhktar, pihaknya kembali melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bireuen terkait gajah yang masih mendiami kawasan pemukiman penduduk, tetapi sejauh ini, tak ada respon yang nyata.
”Sampai sekarang saya lihat belum ada solusi apapun dari pemarintah untuk mengusir gajah liar itu,” katanya dengan nada kecawa.
Dia berharap gajah itu seharusnya dapat digiring ke hutan, sebab   warga masih tetap khawatir terhadap ”Po Meurah” yang akan tetap mengamuk lagi.
           
Sebelumnya, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Bireuen, Irwan yang mengaku akan terus berkomunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terkait hal ini dan meminta agar menurunkan tim ke Bireuen.
“Untuk sementara ini,  kita hanya berharap kepada BKSDA Aceh, agar dapat menurunkan tim ke Bireuen. Sebab gajah tersebut sulit beranjak  dari perkebunan warga, apalagi dalam kawasan pemukiman penduduk”, katanya. (Joniful)
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation