Berikut 4 perempuan cantik yang terbawa-bawa kasus korupsi dari dalam dan luar negeri, seperti dikutip dari arsip berita dan berbagai sumber:
1. Efielian Yonata
Efielian Yonata ikut dibawa ke KPK bersama anggota DPR Komisi IV saat itu, Al Amin Nasution saat penangkapan dilakukan di Hotel Ritz-Carlton 9 April 2008 lalu. Dia sempat dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Saat dia diperiksa itulah Efielian yang saat itu masih misterius, disebut-sebut sebagai PSK.
Begitu dia dibebaskan oleh KPK pada magrib 10 April 2009, Efielian langsung kabur meninggalkan wartawan dengan naik taksi. Namun hal itu beberapa hari selanjutnya dibantah oleh Efiel yang mengadakan jumpa pers.
"Saya Efielian Yonata. Saya bukan PSK. Saya seorang mahasiswi semester IV, Universitas Pakuan (Bogor)," kata Efielian kepada wartawan dalam jumpa pers di RM Sari Bundo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2008). Efielian didampingi teman dekatnya, Arya, neneknya, Hj Agustinah, serta pengacaranya, Ahmad Yani.
Pada kesempatan itu, Efielian ditanya apakah benar dirinya bekerja di Zen Karaoke yang berada di lantai 8 Menara Thamrin, Jakarta. Efielian juga ditanya apakah benar dirinya seorang model. Namun, Efielian membantah semua isu itu.
"Boleh dicek. Saya hanya sebagai mahasiswi, warga biasa. Saya tidak pernah kerja jadi model atau agency, atau di kafe, atau yang sejenisnya. Mas-mas boleh cek," kata Efielian yang kelahiran 6 November 1987.
"Saya hanya mahasiswi biasa, semester IV Universitas Pakuan," aku Efielian.
Dalam jumpa pers itu, Efielian menjelaskan posisi dirinya saat penangkapan Al Amin. Saat itu dia berada di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, diajak oleh pria dekatnya. Dia yang mengaku tidak mengenal Al Amin, sempat duduk satu meja dengan suami pedangdut Kristina itu di kafe di hotel tersebut. Dia mengaku tidak terlibat kasus Al Amin.
Efielian mengaku dirinya bisa main ke Ritz-Carlton karena sedang libur kuliah. "Saya bisa keluar ke Jakarta karena libur kuliah, diantar teman saya. Saya awalnya tidak tahu kalau dia (Al Amin) anggota DPR. Saya juga tidak tahu ada anggota DPR lain saat itu," ujar Efielian yang terlihat ceria.
2. Cecilia Sue Siew Nang
Beda Indonesia, beda Singapura. Singapura telah memiliki UU Gratifikasi Seks yang tak dipunyai Indonesia. Salah satu korban UU ini adalah mantan Direktur Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura Ng Boon Gay. Dia diseret ke pengadilan dengan dakwaan mendapat suap seks dari seorang wanita yang bekerja pada perusahan rekanannya.
Mantan pejabat tinggi berusia 44 tahun ini dijerat dakwaan menerima suap dari seorang wanita bernama Cecilia Sue Siew Nang. Wanita itu merupakan karyawan dari 2 perusahaan rekanan, Hitachi dan Oracle. Belakangan terkuak di pengadilan bahwa Cecilia memberikan gratifikasi berupa pelayanan seksual.
Gratifikasi itu bermula saat CNB berniat melakukan proyek IT dengan sejumlah perusahaan rekanan. Kedua perusahaan rekanan tersebut termasuk sebagai kandidat-kandidat.
Ng didakwa menerima gratifikasi seks dari Cecilia sebanyak 4 kali dalam waktu yang berbeda untuk memuluskan tender. Gratifikasi ini diberikan dalam rentang waktu Juni 2011 hingga Desember 2011. Atas dakwaan tersebut, Ng mengaku tak bersalah. Ng ditangkap pada 19 Desember 2011 lalu dan dijerat dengan Undang-Undang Antikorupsi.
Cecilia mengakui bahwa dia melakukan oral seks pada Ng Boon Gay namun tak ada hubungan badan.
Menurut Shin Min Daily News, kedua perusahaan mendapat untung setidaknya Sin$ 640 ribu atau sekitar Rp 5 miliuar dari gratifikasi seks Cecilia.
3. Zhao Xiaoxue
Nama Zhao Xiaoxue mencuat gara-gara video yang sedang beradegan seks dengan pemimpin Partai Komunis distrik Chongqing China, Lei Zhengfu, menyebar di internet. Gadis berusia 18 tahun itu awalnya diduga istri simpanan Lei.
Namun belakangan ketahuan bahwa perempuan itu sengaja dibayar para kontraktor untuk tidur dengan Lei. Tujuannya, agar Zhao bisa menekan Lei untuk mendapatkan proyek. Mengenai video, ternyata Zhao diam-diam merekamnya saat Lei sedang melakukan aksinya di atas ranjang pada tahun 2009 lalu. Namun video itu mencuat pada November 2012 lalu.
Lei langsung dipecat 3 hari setelah videonya tersebar, berikut juga 9 koleganya yang membantu memuluskan ulah para kontraktor itu.
4. Maharany Suciyono
Maharany Suciyono (19) yang akrab disapa Rani ikut diamankan KPK dalam kasus suap daging impor. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di kawasan Kebayoran Baru, Jaksel, ini diamankan dari Hotel Le Meridien bersama tersangka Ahmad Fathanah pada Selasa 29 Januari 2013 malam.
Rani yang gemetaran dan terus merengek minta pulang, menjelaskan soal keberadaannya di lokasi itu. Dia memang diundang datang untuk menemani Fathanah. Dia diminta menunggu di hotel. Rani akhirnya dibebaskan KPK pada Kamis (31/1) dini hari. Rani menutupi wajahnya dengan rambutnya yang panjang.
Juru bicara KPK Johan Budi juga enggan berkomentar soal penangkapan Rani. "M diamankan bersama AF," jelas Johan. Sementara, seorang penyidik menyebut Rani meminta uang Rp 10 juta sebagai imbalan menemani Fathanah dikembalikan kepadanya. Tapi penyidik menolak karena itu uang itu bagian dari Rp 1 miliar yang disita KPK.
Pada Kamis (5/2/2013) kemarin, Rani membuka suara. Dalam penjelasan yang diberikan oleh Rani dan kuasa hukumnya, Wisnu Wardana, dalam jumpa pers di Hotel Nalendra, Jalan Kebon Nanas, Rani mengaku diincar Fathanah untuk berkenalan sejak di Senayan City.
Rani juga mengaku setelahnya bertemu Fathanah di Hotel Le Meridien dan hanya makan malam di restoran hotel itu. Tak ada hubungan seksual dalam pertemuan itu.
"Saya terpukul kok dikaitkan seperti itu. Saya tidak terima," ujar Maharany.
Sekali lagi, dia menegaskan, tak melakukan hubungan seksual, apalagi jadi alat gratifikasi seks. Rani meluruskan saat KPK menjemput, dirinya berada di kafe bukan di kamar. Dari perkenalan itu, Fathanah memberinya uang Rp 10 juta. "Nggak munafiklah. Siapa sih enggak mau dikasih uang," ujarnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar