.

Presiden SBY Tidak Rela Demokrat Jatuh ke "Kelompok" Lain

Minggu, Februari 10, 2013

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRlRynH9eYbMJq8VtqFBAfktQxVC2mDuCd2U_0xRV1WNxqw0Mp6
Jurnaldunia.com - Pengamat politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Barkah Pattimahu mengatakan langkah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat berlebihan menyikapi turunnya elektabilitas partainya.

Kata dia, sikap dan langkah SBY merupakan bentuk ketidakrelaannya dalam  melepaskan partai berlambang bintang mercy itu lepas terhadap kelompok lain. Bahkan, kata dia, langkah SBY bukan lebih pada keprihatinannya terhadap penurunan elektabilitas partai melainkan karena persoalan pribadi SBY dengan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

"Langkah sistematis akhirnya terlihat. Langkah SBY dalam menyikap kondisi internal partai dengan mengambil alih kepemimpinan Ketua PD adalah wujud kekhawatiran SBY yang over, dan bukan terhadap penurunan elektabilitas partai tetapi lebih kepada personalitas Anas," jelas Barkah saat dihubungi, Minggu (10/2/2013).

Dia menjelaskan, langkah SBY menunjukkan bila Partai Demokrat  tidak dibangun dengan sistem demokrasi. Bahkan, kata dia, ke depan PD akan selalu dibayangi 'Phobia Cikeas'.

"Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan dan mekanisme partai. Partai tidak akan tumbuh di alam demokrasi yang sehat tetapi berada dalam bayangan kekuatan SBY. Siapapun nantinya kader terbaik Demokrat yang muncul akan menjadi 'phobia Cikeas', ketika terdapat kecurigaan yang berlebihan akan mengurangi peran Cikeas. Partai Demokrat akan turun citranya di mata publik dengan sikap dan langkah politik SBY," tegas dia.

Barkah juga melihat ketidak konsistenan SBY dalam menjalankan tugasnya, di mana mencampur adukkan antara tugas negara dan tugas partai. Bahkan, dia menilai SBY bukan seorang  negarawan karena telah mendahulukan kepentingan partai dibandingkan kepentingan negara. "Saya lihat ini bentuk ambivalensi sikap politik SBY. SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi sekaligus sebagai kepala pemerintahan meminta para menteri meningkatkan kinerja di pemerintahan dan tidak mengurus politik, tapi pada sisi lain SBY secara langsung menyibukkan diri dengan urusan poilitik PD," imbuhnya.

Bisa jadi, kata dia publik akan lari dari Demokrat karena sikap SBY yang ambivakens. "Kata-kata SBY yang sering bermakna ganda, kini langkah politik juga ikut bercabang. Publik akan marah dengan sikap presidennya dan caranya adalah dengan tidak memilih PD," pungkasnya. 
 
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
 
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation