Menurut Pengamat Politik UIN Jakarta Saleh Daulai, turun tangannya SBY untuk memimpin semua kemelut partai merupakan kekhawatiran SBY di 2014 nanti. SBY takut partainya akan semakin anjlok elektabilitasnya di kepemimpinan Anas Urbaningrum.
“Sepertinya SBY juga tidak rela partainya di urus dan diambil alih oleh orang lain, ini menunjukan ketidak konsistenan SBY dalam berdemokrasi, SBY terkesan berpaham ganda, antara oligarki dan demokrasi," ujar Saleh di Jakarta, Sabtu (9/2/2013).
Menurutnya, sikap SBY ini tidak mencerminkan demokratisasi di internal Partai Demokrat. Sebab seharusnya tugas SBY hanya mengawasi kinerja DPP Partai Demokrat.
“SBY seperti menjalankan demokrasi otoriter dalam partainya," imbuhnya.
Terkait dengan rangkap jabatan SBY sebagai presiden RI dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akan menjadi permaslahan tersendiri. Sehingga nantinya kinerja pemerintahan SBY akan terganggu.
“Padahal tanggung jawabnya lebih besar terhadap rakyat dari pada terhadap partainya," tandasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar