Dalam kunjungannya, Aceng menyatakan prihatin dengan kondisi warga korban yang berada dibantaran sungai Cipeujeuh dan Cimanuk, ratusan warga terpaksa harus kehilangan harta bendanya yang tak terselamatkan ketika air setinggi 1 hingga 2 meter meredam rumah warga.
Sebagai langkah awal mengatasi bencana banjir bandang yang terjadi Minggu 3 Februari 2013 malam lalu, Aceng memerintahkan evakuasi harta benda milik korban dan penyediaan bahan makanan.
"Bahan makanan sejak Senin kemarin sudah kami bantu melalui pendirian dapur umum, karena warga kesulitan mendapatkan makanan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/2/2013).
Pemerintah Kabupaten Garut harus melakukan berbagai upaya mengatasi banjir bandang diantaranya pembangunan kirmir dan rumah yang nyaris ambruk serta merencanakan relokasi rumah warga.
"Memang sebagian rumah harus direlokasi karena lokasinya berada ditempat bahaya banjir bandang," ungkap Aceng.
Data sementara jumlah korban banjir bandang, lebih dari 1.000 kepala keluarga dengan jumlah jiwa lebih dari 2.000 orang terpaksa mengungsi. Kondisi terparah di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan kota kulon, sebanyak 27 rumah sudah tidak bisa dipergunakan.
"Kalau bisa dibangun kembali kita bangun, kalau tak memungkinkan paling kita rencanakan relokasi, " imbuhnya.
Aceng berharap warga tetap bersabar dan meningkatkan kewaspadaan karena kemungkinan banjir bandang susulan masih akan terjadi, mengingat curah hujan masih tinggi.
"Banjir susulan masih akan terjadi warga diharapkan tetap waspada," pungkasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar