Studi tersebut meneliti pengaruh pengurangan asupan garam selama satu dekade. Jumlah pengurangan itu adalah 40 persen dari jumlah asupan partisipan sehari-hari. Dengan mengekstrapolasi data, peneliti menunjukkan bahwa hampir setengah juta orang Amerika dapat memangkas risiko kematian dari penyakit jantung dan darah tinggi secara signifikan dengan mengurangi asupan garam.
"Betul-betul terkonfirmasi besarnya manfaat potensial dalam pengurangan konsumsi sodium," kata Michael Jacobson, Direktur Eksekutif Center for Science in the Public Interest, sebagaimana dilansir Medical Daily, Selasa, 12 Februari 2013.
Studi yang dilakukan itu dibuat lebih konkret karena tiga kelompok peneliti menggunakan metode berbeda, namun menghasilkan kesimpulan yang sama.
Mayoritas garam yang dikonsumsi orang bukan yang terdapat pada meja makan. Namun, kebanyakan asupan garam tersebut berasal dari makanan yang diproses, seperti roti, fried chicken, serta produk-produk makanan kemasan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar